Cari berdasarkan:














Hasil Pencarian untuk "Nalar"
Displaying 161 to 170 (of 339 books)

« Prev |   13  14  15  16  17  18  19  20  21  22   | Next »


161.

Jakartaku Harapanku
oleh Ita Sembiring, Mice Misrad
Rp 47.000      Rp 39.950
Ini memang dua buku yang terbit jadi satu, karena itu judulnya ada dua. Isi buku ini berasal dari dua kegiatan yang diadakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berjudul “Kotak Nyablak” dan “Ubeg-ubeg”. Dalam kegiatan ini masyarakat diberi kesempatan untuk mengemukakan ...  [selengkapnya]




162.

Aquarevolution  - Soft Cover - 2011-04-04
oleh Agus Budiyanto
Rp 600.000      Rp 510.000
Buku ini disusun untuk perupa yang telah 30 tahun berkarier sebagai pelukis cat air di Indonesia yang ingin membagikan perjalan kreatifnya di sepanjang �jalan sunyi� tersebut. Kecuali karya-karya yang disajikan secara �terbalik� urutannya: dari yang paling mutakhir hingga ke awal kariernya, tampil ...  [selengkapnya]



163.

Benturan Peradaban - 2005-00-00
Sikap dan Perilaku Islamis Indonesia terhadap Amerika Serikat
oleh Tim Peneliti PPIM-UIN Jakarta
Rp 30.000      Rp 25.500
Buku ini mencoba menyajikan secara sistematis berbagai bukti empiris tentang adanya benturan dua kebudayaan: Islam dan Barat. Dalam upaya menguji argumen dan logika yang mendasari analisa Huntington tersebut, para peneliti di sini berargumen bahwa asumsi mengenai benturan peradaban itu harus ...  [selengkapnya]




164.

oleh Tim Nalar
Rp 25.000      Rp 16.250
Tidak terasa, sekarang sudah ada sepuluh jalur atau koridor busway. Untuk menikmatinya, rasanya kita perlu tahu bagaimana rincian dari jaring-jaring transportasi Jakarta. Itulah alasan kenapa buku ini dibuat sampai ke edisi yang kedua ini. Ada beberapa hal baru di Transjakarta, termasuk halte, ...  [selengkapnya]




165.

Cucu Wisnusarman  - Soft Cover - 2005-00-00
oleh Parakitri T. Simbolon
Rp 40.000      Rp 34.000
Cucu Wisnusarman adalah buku kumpulan kolom yang dimuat harian Kompas dalam kurun 1979-1984 dan pertengahan 1992, pada masa Orde Baru yang serba tertutup dan menindas, yang oleh Parakitri T. Simbolon ditulis "pada saat paling gelap dalam mempertahankan keutuhan nurani saya". Kolom-kolom ini ...  [selengkapnya]




166.

Curhat Tita  - Soft Cover - 2008-04-00
oleh Tita Larasati
Rp 25.000      Rp 21.250
Much more than just drawings and some captions, Tita work is a cultural perspective presented superbly entertaining. Andrea Hirata, Author of Laskar Pelangi- Garis lugu mengungkap situasi dengan gembira dan nakal, itulah yang asik dalam buku harian Tita.Priyanto S., kartunis majalah ...  [selengkapnya]




167.

Elegi Bagi Cinta [Clearance Sale]  - Soft Cover - 2011-01-04
oleh Hendry Ch Bangun
Rp 22.000      Rp 14.300
Pada saat kehilangan barulah kita dapat memahami arti kehadiran seseorang. Begitu tulis penyair kumpulan puisi ini dalam kata pengantarnya. Kondisi seperti itulah yang menjadi latar belakang sajak-sajak yang ada dalam kumpulan ini: rasa rindu, sepi, cinta yang tak lagi terbalas, kenangan indah ...  [selengkapnya]



168.

  - Soft Cover - 2009-01-00
oleh Ihsan Ali-Fauzi, Saiful Mujani
Rp 35.000      Rp 29.750
Buku ini mencoba memotret sebuah proses pendalaman demokrasi dan penghormatan terhadap hak-hak asasi yang terjadi di tanah air kita. Terekam di sini suatu dinamika di mana perda-perda bernuansa Syari�ah yang dianggap mengancam kebebasan sipil dipelajari secara seksama, didiskusikan secara kritis ...  [selengkapnya]




169.

Jampang Jago Betawi I-II  - Hard Cover - 2014-00-00
oleh Ganes TH
Rp 210.000      Rp 178.500
  [selengkapnya]




170.

oleh Wiyoso Yudoseputro
Rp 80.000      Rp 68.000
Kondisi ketergantungan dan keterbukaan yang berbeda di tiap daerah di kepulauan Nusantara melahirkan pluralitas budaya, Kesinambungan tradisi seni lama dalam menemukan bahasa seni rupa baru sangat tergantung dari strategi budaya para pendukungnya. Buku ini membahas keragaman kesenian itu dalam ...  [selengkapnya]




« Prev |   13  14  15  16  17  18  19  20  21  22   | Next »












Jokowi
Ia tumbuh dalam kondisi keluarga serba pas. Rumah yang ia tinggali berpindah dari satu bantaran kali ke bantaran kali yang lain. Bersama keluarganya ia pernah menjadi penghuni liar di pasar kayu, dan ...   

[selengkapnya]