|
Sinopsis Buku: Dua puluh ribu pasukan menatap beringas. Panji-panji berkibar menantang. Terompet peperangan ditiupkan lantang. Di sana-sini tampak kawanan gagak terbang berputar-putar. Aroma kematian terendus kuat. Hati Temujin berdesir. Peperangan ini bukan sekadar adu kekuatan. Lebih besar dari itu. Cinta.
Penyerangan ini telah direncanakan berbulan-bulan lamanya. Temujin telah mengerahkan segenap tenaga dan hatinya di tengah rindu dan amarah yang saling berkelindan. Ya, orang-orang Merkid telah menculik istrinya. Mereka merenggut paksa perempuan yang dikasihinya dari pelukannya malam itu dan memperlakukannya dengan kejam. Adakah yang lebih pantas selain memberangus orang-orang biadab yang tak bisa menghargai perempuan itu? Resensi Buku:
Buku Sejenis Lainnya:
![]() Advertisement |