|
|
Sinopsis Buku: Di sebuah laboratorium rahasia milik pemerintah, para ilmuwan terkemuka Amerika menciptakan Trinity � sebuah superkomputer yang dapat melampaui kekuatan pikiran manusia. Sebagai seorang ahli etika dalam proyek itu, Dr. David Tennant bekerja di dalam tekanan ilmu pengetahuan yang tak terbatas dan ambisi yang kejam.
Setelah seorang rekan ilmuwannya terbunuh, David mengungkap siapa pembunuhnya. Putus asa, ia menemui Rachel Weiss, psikiater yang menyelidiki mimpi-mimpi buruk yang mengganggunya sejak bergabung dalam proyek itu, dan mereka berdua dipaksa untuk melarikan diri demi nyawa mereka.
Diburu ke berbagai belahan dunia, David dan Rachel menemukan fakta di balik Proyek Trinity, serta kekuatan dahysat yang dimilikinya. Tapi detik-detik terakhir Trinity telah dimulai, dan umat manusia kini dijadikan sandera oleh sebuah bentuk kehidupan yang tak dapat dimusnahkan.
Satu-satunya harapan untuk selamat ada pada hubungan yang mengejutkan antara Trinity dan pikiran David yang tersiksa. Masa depan umat manusia dipertaruhkan � dan kesalahan berakibat pada kepunahan.
Resensi Buku:
Buku Lainnya oleh Greg Iles:
 | Rp 59.000 Rp 50.150 Tangan itu terjulur lunglai. Matanya menatap kosong, sementara warna kulitnya yang bak pualam justru mempertajam aroma kematian di sana. Masihkah ... [selengkapnya] |  | Rp 69.800 Rp 59.330 TARGET PEMBACA
Semua Umur.
SINOPSIS
Di sebuah laboratorium rahasia milik pemerintah, para ilmuwan terkemuka Amerika menciptakan Trinity ... [selengkapnya] |
Lihat semua buku yang dikarang oleh Greg Iles »
| Tentang Pengarang:
 Greg Iles was born in Germany in 1960, where his father ran the US Embassy Medical Clinic during the height of the Cold War. He spent his youth in Natchez, Mississippi, and graduated from the University of Mississippi in 1983.
Greg founded the band "Frankly Scarlet" and spent several years playing music for a living. The year after he was married, he gigged on the road for 50 weeks out of 52, and realized that this lifestyle was simply not sustainable with a family. He quit the band and began working eighteen hours a day on his first novel, Spandau Phoenix, a thriller about Nazi war criminal Rudolf Hess. When Greg sold this manuscript, he left the music business to complete the book.
Over the course of his next few books, Greg broke the formula adhered to by most ... [ selengkapnya]
|
Buku Sejenis Lainnya:
Lihat semua buku sejenis »
 Advertisement
|
|