|
Sinopsis Buku: Mengapa sekarang ini banyak sekali perkawinan yang gagal? Bukankah janji perkawinan yang diucapkan itu dimaksudkan untuk hidup berdua selama-lamanya dengan bahagia? Ke mana perginya dongeng-dongeng bahagia dan kisah-kisah romantis perkawinan orangtua kita?Sebagian masalahnya adalah kita menolak melihat bagaimana kekuatan-kekuatan sosial dan historis telah mengubah arti perkawinan, sehingga menimbulkan ketidakbahagiaan yang serius. Sekarang ini muncul nilai-nilai baru yang menggeser gaya perkawinan tradisional.
Perubahan peran gender dalam perkawinan, harapan akan keputusan seksual yang meningkat, dan jam-jam kerja melelahkan bagi para pasangan yang sukses dalam karier ini akan semakin menciptakan situasi perkawinan yang kian menekan. Buku ini membeberkan mitos-mitos atau kebohongan-kebohongan dalam perkawinan yang seringkali membius dan meracuni pasangan suami istri, misalnya: Bohong: Yang kita butuhkan hanya cinta dalam perkawinan. Benar: Cinta dalam perkawinan adalah kondisional, cinta saja tidak cukup untuk menghasilkan perkawinan yang sukses. Bohong: Ketika menikah, kita menciptakan tradisi kita sendiri. Benar: Kita membawa kebiasaan dalam keluarga asal kita, tidak peduli betapa kerasnya kita berusaha menjauhnya. Bohong: Anak-anak memperkuat perkawinan. Benar: Kehadiran anak bisa mengancam perkawinan. Resensi Buku:
Buku Sejenis Lainnya:
![]() Advertisement |