|
|
|
Maaf, stock buku kosong atau out-of-print.
|
Manisnya Ditolak

oleh: Kris Biantoro > Biografi
Penerbit : |
Gramedia Pustaka Utama |
Edisi : | Soft Cover |
ISBN : | 9792209277 |
ISBN-13 : | 9789792209273 |
Tgl Penerbitan : | 2004-09-00 |
Bahasa : | Indonesia |
|
Halaman : | 298 |
Ukuran : | 150x230x0 mm |
|
Sinopsis Buku: Sebuah autobiografi telah diterbitkan lagi, memperkaya khazanah perpustakaan kita. Kali ini penulisnya bukan seorang tokoh politik, tetapi seorang seniman, seorang penyanyi, seorang entertainer plus yang namanya sudah kondang: Kris Biantoro. Saya memberinya sebutan entertainer plus karena dalam setiap penampilannya sebagai penyanyi, pemandu acara, atau entertainer, saudara Kris Biantoro selalu memberikan nuansa semangat cinta Tanah Air dan Bangsa. -M. Jusuf RonodipuroManisnya ditolak ditulis sebagai wujud tanggung jawab Kris Biantoro kepada bangsa dan negaranya serta rasa kasih sayangnya kepada generasi penerusnya. Secara gamlang ia paparkan pengalamannya, dengan harapan semua kepahitan ini tidak dialami generasi penerusnya. Saudara Kris juga mengingatkan bahwa setiap warga negara bukan saja mempunyai HAK, tetapi juga mempunyai TANGGUNG JAWAB. Semoga Manisnya Ditolak akan menjadi bahan renungan generasi penerusnya.-Ali SadikinSaat membaca memoar Saudara Kris Biantoro yang budiman, saya terus terpukau. Saya membacanya dari awal sampai habis tanpa putus. Ini menandakan, dari sudut isi, ceritanya amat menarik dan asli. Rasanya belum ada, atau jarang, orang yang menulisnya secara polos tentang dirinya sendiri seperti yang dilakukan Kris Biantoro.-Herman S. SoediroMas Kris sangat rajin bergiat sebagai petugas Atase Kebudayaan KJRI di Sydney, dan setiap kali ada pertemuan orang Indonesia, ia selalu hadir dengan gitarnya... Kami mahasiswa sangat tertarik bukan kepada nyanyiannya, tapi juga kapada ceritanya tentang perjuangan revolusi... Mas Kris betul-betul mempunyai kemampuan menghidupkan sejarah Indonesia yang kami pelajari dalam kuliah.-Ron Witton Saya berawal dari generasi masa kini yang akrab dengan masalah provokasi dan perpecahan. Saya sungguh berharap dua hal itu tidak dipicu oleh penerbitan buku ini. Semoga yang timbul bukan kontroversi tapi justru intropeksi serta inspirasi untuk menyatukan setiap lapis generasi dalam jagad seni negeri ini. Cuma itu yang diinginkan Om Kris.-Peggy Melai Sukma
Resensi Buku:
Buku Lainnya oleh Kris Biantoro:
Lihat semua buku yang dikarang oleh Kris Biantoro »
| Tentang Pengarang:
 Penyanyi, aktor, bintang iklan, pemrakarsa kuis, MC extraordinaire empat generasi. Lahir 1938 di kaki Gunung Merbabu, Karesidenan Kedu, Jawa Tengah. Urutan kedelapan dari sebelas bersaudara putra-putri Bapak Warsidi Sastrowiardjo dan ibu Soekarsih. Lahir dalam era perjuangan kemerdekaan telah mendidiknya menjadi seorang nasionalis sejati.O Kuni No Tame Ni - Semangat, Demi Tanah Air- inilah filosofi yang ia pegang teguh sampai kini. Yang membakarnya untuk terus berjuang pantang menyerah menembus segala tantangan hidup: kerasnya zaman penjajahan, kekejaman perang, kesulitan ekonomi dalam melanjutkan pendidikan dan bertahan hidup di negeri orang hingga penghinaan, prasangka, dan perlakuan tidak adil yang silih berganti dialaminya. Semua ini tidak menyurutkan pengabdiannya kepada Tanah ... [ selengkapnya]
|
Buku Sejenis Lainnya:
Sosok Genius Di Balik Desain Produk Apple Yang Menakjubkan oleh Leander Kahney
Rp 74.500 Rp 63.325 "Jony Ive memiliki kuasa operasional yang lebih besar dari siapapun di Apple."
- Walter Isaacson, penulis biografi ... [selengkapnya] | oleh Dr. Erlita, dkk
Rp 140.000 Rp 119.000 “Tak ragu-ragu lagi, Siwabessy, sebagai putra Maluku, memilih kemerdekaan diri dalam wadah Republik Indonesia. Dan, sebagai putra Nusantara, ... [selengkapnya] | Dari Cobacabana Hingga Barcelona Kisah Perjuangan Talenta Muda Negeri Samba Hingga Menjadi Idola Eropa oleh Arson HMS
Rp 30.000 Rp 25.500 Siapakah pemain bola pemegang rekor transfer pada musim kompetensi 2013 - 2014. secara resmi pemegang rekor adalah Garreth Bale yang dibeli Real ... [selengkapnya] | oleh Tofik Pram
Rp 72.000 Rp 61.200 PRAMOEDYA ANANTA TOER takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari.
Kuasa waktu memang telah mengakhiri lakon ... [selengkapnya] |
Lihat semua buku sejenis »
 Advertisement
|
|