|
Sinopsis Buku: Driyarkara sebagai pemikir dan pendidik jejaknya di tempatkan dalam tiga kelompok tulisan yang ditinggalkannya. Pertama, sebagai pengajar. (istilah ini dipilih, untuk tidak menyebutnya sebagai pendidik). pengajar dalam artian menyiapkan bahan pembicaraannya, bahwa ajarnya, yang secara jelas, jernih,dan metodis layaknya seorang guru. Tema -temanya tentu terkait dengan pendidikan,dan perlunya pendidikan guru sekolah menegah saat itu. kedua, sebagai pembicara di radio. sebagaimana tertuang dalam percikan filsafat yang memuat renungan filsafatnya melalui program RRI. kekahasan dari tulisan ini adalah terjadinya pengulangan karena disampaikan secara lisan dalam kesempatan yang berbeda-beda. ketiga, sebagai penulis. karya-karyanya yang terkait dengan pokok-pokok yang tersebar dalam majalah BASIS. Dituliskan sejak 1953 dan terus berlanjut sampai akhir hayatnya. Oleh majalah BASIS diterbitkan tahun 1969-1971. Fenomena pendidikan, kebudayaan dan kebebasan. gagasan-gagasan pemikiran yang bergaung panjang bahkan setelah wafatnya. Baik dikemukakan disini bahwa Drijarkara memang bukan pendiri Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara. Tetapi tidak dapat disangkal bahwa pengaruh pribadinya sebagai seorang cendekiawan dan manusia yang integer yang dikenal di kalangan cendekiawan dan mahasiswa pada waktu itu, khususnya dikalangan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, telah mendorong Prof.Dr. Slamet Iman Santoso untuk menulis kepada pimpinan serikat Yesus Indonesia : "Dapat saudara berusaha untuk menjusun surat pusat untuk mepelajari filsafat umumnja, filsafat ilmu pengetahuan, dan filsafat modern Chususnja. dan kalau saudara dapat menjusun pusat tsb., maka dapatkah pusat tersebut terbuka untuk mereka jang mempunjai minat mempeladjari filsafat itu ?" (surat tanggal 2 desember 1967) Resensi Buku:
Buku Sejenis Lainnya:
![]() Advertisement |