|
Sinopsis Buku: Pada tahun 1965 - 1967 bangsa Indonesia pernah mengalami suatu peristiwa yang sangat dahsyat. Korban politik carut marut, yang tidak terlibat, atau kebetulan sial karena fitnah di dalamnya. Tidak terkecuali kisah seorang ibu dan anak yang menyimpan rapat-rapat kenangan traumatik selama berpuluh tahun. Kini zaman telah lama berubah. Termasuk telah merubah pandangan wanita itu tentang perlunya dunia mengetahui sudut pandang dari 'jejak sejarah tersembunyi'. Membaca novel "Dongeng Hitam" ini kita akan terkaget-kaget dan cr menghela napas panjang. Dongeng yang dituturkan dengan suara lembut oleh wanita sepuh itu tak membikin kita bisa tidur terlelap, bahkan yang mengganggu adalah kegelisahan dan kegalauan. Sungguh, ini adalah dongeng hitam dari sebuah sejarah yang disembunyikan karena alasan tertentu, dan sekarang baru disingkap perlahan meski tidak semua cerita dapat digelar dan layak didengar. Akhirnya wanita sepuh itu memberi sedikit nasihat bijak yang kontroversi: "Jangan berpolitik, karena politik itu sungguh kotor, penuh intrik, tipu muslihat, fitnah keji dan ambisi liar, semua cara dihalalkan asalkan demi tercapainya tujuan (kekuasaan). Jika kamu ingin hidup tenang dan tenteram dalam kedamaian, hiduplah tanpa politik, anakku!" Kita musti bisa mengerti rasa traumatik yang mencengkeram pada diri wanita sepuh itu, kita paham dan memakluminya mengapa dia menjadi sangat pobia terhadap apa saja yang berbau politik. Baginya politik adalah barang haram yang menjijikkan sekaligus menakutkan. Oo, bayang-bayang samar yang bias oleh jejak langkah masa silam. Biarlah waktu dan kekinian yang akan menghapus sisa duka nyeri dan pedihmu. Biarlah perjalanan waktu yang melintas cepat yang akan berbicara. Karena panas, hujan, angin dan petiryang menghajar bumi berkali-kali, telah membolak-balikkan masa kehidupan; mengolah nasib dan menerima takdir sebagai bagian dari rencana-Nya. Oleh sebab itu, terimalah 'Dongeng Hitam' ini apa adanya, tanpa muatan apa-apa, tanpa pretensi dan kepentingan apa pun.Ya, biarkanlah dongeng hitam terkubur kembali oleh kearifan dan kedamaian seiring berjalannya waktu. Karena bangsa ini semakin cerdas. Resensi Buku:
Buku Sejenis Lainnya:
![]() Advertisement |