|
Sinopsis Buku: Rakyat yang kucintai. Atas nama perjuangan untuk Indonesia merdeka, aku berseru padamu: Pada saat yang begini genting, di mana engkau dan kita sekalian mengalami percobaan yang sebesar-besarnya dalam menentukan nasib kita sendiri, dan kita adalah memilih antara 2: "Ikut Musso dengan PKI-nya, yang akan membawa bangkrutnya cita-cita Indonesia merdeka, atau ikut Soekarno-Hatta yang Insya Allah dengan bantuan Tuhan, akan memimpin Negara RI yang merdeka, tidak dijajah oleh negara apapun juga. "Supaya percaya bahwa rakyat Indonesia yang sekian lama berjuang untuk mencapai kemerdekaannya, tidak akan ragu-ragu dalam menentukan sikapnya. Dan jika tidak ragu-ragu, berdirilah di belakang kami, dan pemerintah sekarang yang sah, bertindaklah dengan tidak ragu-ragu pula. Rebut kembali Madiun! Madiun harus lekas di tangan kita kembali! (Pidato Presiden Soekarno tentang Peristiwa Madiun 1948) *** Tanggal 18 September 1948, rakyat Indonesia dikejutkan dengan sebuah peristiwa besar: Para tokoh Partai Komunis Indonesia memproklamirkan berdirinya Republik Soviet Indonesia yang berhaluan kiri. Tindakan ini merupakan bentuk koreksi terhadap Pemerintahan Soekarno yang menurut mereka semakin condong kepada kaum imperialis Barat. Dan, dengan proklamasi inilah lahir sebuah peristiwa yang menghadapkan saudara sebangsa dalam konflik bersenjata yang tentu saja tidak luput dari percikan darah dan cucuran air mata. Republik Indonesia yang masih sangat belia diuji. Ironisnya, ujian ini harus memperhadapkan teman seiring yang dulu bekerja sama mendirikan Republik ini dalam medan pertikaian senjata. Seperti lazimnya, terdapat banyak tafsir terhadap berbagai peristiwa bersejarah, demikian juga dalam Peristiwa Madiun ini. Masing-masing pihak yang terlibat dalam peristiwa ini memiliki pandangan, tinjauan, pendapat, bahkan argumen mereka. Namun kiranya segalanya yang telah terjadi dalam sejarah masa lalu Republik ini merupakan sebuah proses pendewasaan yang diperlukan untuk menjadi sebuah bangsa besar. Karena bagaimanapun, tanpa ujian, tanpa cobaan, sebuah bangsa tidak akan menjadi besar. Resensi Buku:
Buku Sejenis Lainnya:
![]() Advertisement |