|
Sinopsis Buku: Tahun 2005 Sri Sultan Hamengku Buwono X memberi perintah kontroversial: ”Buatlah sayur lodeh dengan sembilan macam sayur untuk menolak badai!” Tahun 2007 Dr. Rajendra Pachauri, pemenang nobel perdamaian dan ketua Inter-Governmental Panel on Climate Change (IPCC) memberi tips untuk mengatasi perubahan iklim: (1) Berhentilah makan daging, (2) Pakailah sepeda, dan (3) Jadilah konsumen yang bijak. Tahun 2010 United Nations Environment Programme (UNEP) menegaskan bahwa cara paling efektif untuk mengatasi masalah lingkungan adalah manusia beralih ke makanan berbasis tanaman. Dan sebenarnya, beratus tahun sebelumnya, Phytagoras (bapak vegetarian), Socrates, Leonardo da Vinci, dan Isaac Newton sudah bervegetarian. Bahkan Albert Einstein mengatakan: “Tidak ada lebih yang menguntungkan bagi kesehatan manusia dan meningkatkan kesempatan mempertahankan kehidupan di bumi sebanyak evolusi ke menu nabati.” Kita tidak menyadari bahwa kita telah membawa berbagai masalah bagi diri sendiri dan bumi melalui pola makan berbasis hewani. Tahun 2011, jumlah penduduk dunia menembus angka 7 miliar dan mengonsumsi 55 miliar hewan per tahun. Itu belum termasuk ribuan ton hewan laut dan air tawar yang dikonsumsi per tahun. Padahal, para ahli kesehatan telah menyimpulkan bahwa manusia tidak perlu tergantung dari makanan berbasis hewani karena padi-padian, sayur-sayuran, buah-buahan, dan kacang-kacangan telah cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Buku ini meringkas fakta-fakta tentang hubungan pola makan dengan krisis multidimensi yang kita hadapi saat ini dan bagaimana bervegetarian secara benar dapat menjadi cara yang efisien dan efektif untuk menanggulanginya. Skala krisis yang kita hadapi saat ini begitu besar. Hanya dengan bantuan Anda, pribadi-pribadi yang terbuka dan mau berubah, krisis multidimensi dapat ditanggulangi. Resensi Buku:
Buku Sejenis Lainnya:
![]() Advertisement |