|
Sinopsis Buku: Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa (Al-Baqarah : 183)
Sebagaimana kandungan ayat shaum di atas, puasa yang diwajibakn bagi umat Islam juga dilakukan oleh umat-umat sebelumnya. Jika puasa pada umat Islam bertujuan membentuk pribadi muslim yang bertaqwa, puasa pada umat terdahulu mempunyai tradisi, cara, motif, dan tujuan yang berbeda. Bagaimana tradisi puasa pada zaman nabi-nabi? Seperti puasa Nabi Adam a.s. saat diturunkan dari surga ke bumi sampai puasa Nabi Yusuf a.s. saat di penjara. Apa motif puasa yang pernah dilakukan orang-orang Mesir Kuno, Yunani Kuno, dan Romawi Kuno? Seperti apa tata cara puasa pada umat Yahudi, Kristen, Hindu, budha, dan lainnya? Bagaimana pula kaitan puasa dengan ilmu pengetahuan? Misalnya, puasa dikaji berdasarkan ilmu kesehatan, psikologi, pedagogi, ekonomi, sosiologi, politik, pertahanan keamanan, dan hukum. Buku ini menjawab dengan detail dan tuntas melalui pengalaman, himpunan literatur, dan penelitian panjang penulisnya. Tinjauan tidak sekadar mengetengahkan ajaran, syariat, dan praktik puasa, melainkan juga sejarah (historis), falsafah (filosofis), dan kultural-antropologis. Oleh karena itu, buku ini layak dijadikan salah satu buku referensi yang memperkaya khasanah kajian ilmiah di Indonesia. Resensi Buku:
Buku Sejenis Lainnya:
![]() Advertisement |