|
Sinopsis Buku: Kebanyakan pesan-pesan spiritual dalam berbagai parabel meskipun sederhana, harus diakui tidak mudah untuk dijalankan.Bagaimana kita menginterpretasikan kisah-kisah spiritual ini bisa bermacam-macam. Pembaca yang berasal dari komunitas homogen sekalipun pada dasarnya memiliki kecenderungan yang berbeda-beda. Bahkan kita tidak melihat semua orang pasti akan makan ketika lapar dan tidur ketika mengantuk. Tai-Chu Hui-hai menegaskan, ketika makan ada orang yang tidaklah makan, tetapi pikirannya mengembara dan penuh kekhawatiran. Ketika tidur mereka tidak mau tidur, namun selamanya gelisah. Karena itulah dikatakan tidak sama.Kisah-kisah dalam buku ini tidak dimaksudkan untuk menjauhi kenyataan atau mempertebal khayalan, tetapi justru mendorong kita mengenali dan mewaspadai khayalan kita sendiri. Mata yang melihat, tetapi tidak dapat melihat dirinya sendiri.Kisah ini menjadi cermin bagi kita. Kita bisa melatih membaca pikiran sendiri dan memperbaiki kelakuan sendiri. Kehidupan spiritual tak lain dari refleksi diri dan kritik diri, muncul sebagai usaha yang tak henti-hentinya menguasai pikiran, ucapan, dan tindakan. Tujuannya yang utama adalah mengolah, mengubah, dan menyempurnakan diri sendiri. Resensi Buku:
Buku Sejenis Lainnya:
![]() Advertisement |