Cari berdasarkan:



The Best Schools - Mendidik Siswa Menjadi Insan Cendekia Seutuhnya
 


Maaf, stock buku kosong atau out-of-print.


The Best Schools - Mendidik Siswa Menjadi Insan Cendekia Seutuhnya 
oleh: Thomas Armstrong
> Politik & Hukum » Sosial & Politik
> Current Affairs & Reportage

Penerbit :    Kaifa (Mizan Group)
Edisi :    Soft Cover
ISBN-13 :    9786028994125
Tgl Penerbitan :    2011-03-26
Bahasa :    Indonesia
 
Halaman :    0
Ukuran :    190x190x10 mm
Berat :    400 gram
Sinopsis Buku:
Buku ini seyogianya disuguhkan kepada para pengambil keputusan dan para pejabat di Kementerian Pendidikan Nasional.

�Prof. Dr. Conny Semiawan, pakar pendidikan

*

Armstrong adalah seorang akademisi, sekaligus praktisi, yang mampu menerjemahkan asumsi-asumsi teoretis ke dalam strategi dan kegiatan pengajaran praktis.

�David Elkind, Psikolog Pendidikan Anak

*



Kementerian Pendidikan melaporkan, 267 sekolah dari seluruh SMA/MA se-Indonesia, tingkat kelulusannya dalam Ujian Nasional (UN) 2010 nol persen � sementara yang harus mengulang 1-6 pelajaran ada 154.051 siswa �.

�www.antaranews.com



Banyak pendidik, politisi, orangtua, dan bahkan para siswa selama ini menganggap tujuan pendidikan adalah agar siswa lulus ujian dan memperoleh nilai yang baik. Namun, benarkah jika sekolah-sekolah terus berfokus pada nilai? Lalu, bagaimanakah sekolah yang baik itu?

Untuk mewujudkan sekolah terbaik, Thomas Armstrong mendesak para pendidik untuk meninggalkan definisi sempit tentang pendidikan dengan menghadirkan Wacana Perkembangan Manusia. Dalam The Best Schools, Armstrong menyoroti contoh-contoh program pendidikan yang memerhatikan beragam perbedaan yang terdapat di dunia fisik, emosi, kognitif, dan spiritual siswa, yaitu dengan:

- menekankan kegiatan bermain untuk pendidikan usia dini dan TK;

- mempelajari alam semesta bagi siswa SD;

- memerhatikan pubertas dan pembelajaran sosial, emosional, dan metakognitif untuk remaja di SMP; dan

- mempersiapkan siswa untuk hidup mandiri di dunia nyata dengan mentoring, magang, dan pendidikan kooperatif bagi siswa SMU.



Dengan mengingat kembali pemikiran Montessori, Piaget, Freud, Steiner, Erikson, Dewey, Elkind, Gardner, The Best Schools akan membantu pendidik memberdayakan siswa untuk meraih potensi sejatinya, menginspirasi setiap siswa dan remaja menggali gairah belajarnya, dan menghargai keunikan setiap individu.



Buku ini adalah cetak biru sekolahnya manusia: prestasi kognitif akademis diletakkan pada porsinya yang tepat dan kebutuhan para siswa juga mendapatkan tempat. Sungguh, penerapan buku ini akan menghasilkan generasi pelajar yang cepat menemukan kondisi akhir terbaiknya.

�Munif Chatib, penulis buku best-seller Sekolahnya Manusia




Resensi Buku:




Buku Lainnya oleh Thomas Armstrong:
Rp 55.000     Rp 46.750
  [selengkapnya]
Rp 80.000     Rp 68.000

Thomas Armstrong, seorang pendidik dan psikolog, adalah pengarang dari empat buku lain yang diterbitkan oleh ASCD: Awakening Genius in the ...  [selengkapnya]


Lihat semua buku yang dikarang oleh Thomas Armstrong  »


Tentang Pengarang:

Thomas Armstrong Ph.D. telah menulis tujuh buah buku, termasuk The Myth of the ADD Child, In Their Own Way, dan Awakening Your Child`s Natural Genius. Armstrong, seorang bekas guru pandidikan khusus, sering menulis yang berkaitan dengan isu parenting dan pendidikan untuk majalah-majalah seperti Ladies` Home Journal dan Family Circle. Ia tinggal di Sonoma Country, California. [selengkapnya]




Buku Sejenis Lainnya:
Globalisasi Dan Masa Depan Kekayaan Alam Indonesia
oleh Wahyuni Refi
Rp 45.000
Rp 38.250
  [selengkapnya]
Suatu Telaah Ekonomi Politik
oleh Widigdo Sukarman
Rp 50.000
Rp 42.500

Buku Liberalisasi Perbankan Indonesia ini merupakan telaah ekonomi-politik terhadap kebijakan Paket Juni (Pakjun) 1983 dan Paket Oktober ...  [selengkapnya]

oleh Kompasiana
Rp 54.800
Rp 46.580

Hadirnya Jokowi telah menyumbang nuansa baru di dunia politik Indonesia, terlebih ketika dia mencalonkan diri sebagai capres. Begitu pula sosok ...  [selengkapnya]

oleh Nasihin Masha
Rp 63.000
Rp 53.550
Kita harus kembali kepada jati diri sebagai Bangsa Pemenang. Tak ada kata kalah dalam kamus Bangsa Indonesia.

 “Seorang ...  [selengkapnya]


Lihat semua buku sejenis »




Advertisement