Cari berdasarkan:



Dosa-Dosa Nurdin Halid (Ketua Umum PSSI)
 








Dosa-Dosa Nurdin Halid (Ketua Umum PSSI) 
oleh: Erwiyantoro
> Current Affairs & Reportage

List Price :   Rp 65.000
Your Price :    Rp 55.250 (15% OFF)
 
Penerbit :    Galang Press (K)
Edisi :    Soft Cover
ISBN-13 :    9786028174541
Tgl Penerbitan :    2011-02-18
Bahasa :    Indonesia
 
Halaman :    278
Ukuran :    180x220x0 mm
Sinopsis Buku:
Sinopsis : 'Garuda di dadaku, Garuda kebangganku, Kuyakin hari ini pasti menang!' Lagu penyemangat timnas merah putih itu menggetarkan stadion Gelora Bung Karno. Sekitar 100 ribu penonton yang memadati stadion kebanggaan Indonesia pada perhelatan ajang AFF Suzuki Cup 2010 mengumandangkan lagu itu.Tak hanya di dalam stadion, di penjuru tanah air pun, semua kalayak lintas generasi bersorak mengusung nyanyian serupa. Euforia itu menciptakan atmosfer layaknya macan mengaum yang praktis membuat nyali lawan menciut.
Itulah daya magis sepak bola! Semua tumpah ruah membela timnas. Secara serentak, nasionalisme Merah Putih bangkit. Padahal di hari � hari biasa, publik kecewa berat dengan sepak terjang para petinggi dan penguasa negeri ini yang masih saja doyan korupsi, akibatnya publik merasa malu dengan tanah air mereka sendiri karena masih saja bergeming menduduki peringkat atas negara terkorup di dunia. Sungguh sebuah fenomena introspektif bahwa sepak bola menjadi wahana pemersatu kebhinekaan. Buktinya, nasionalisme merah putih justru menggelora manakala sepak bola Indonesia berlaga di pentas FIFA. Mereka mengusung panji-panji merah putih, menyuarakan bunyi-bunyian, menyanyikan yel-yel hingga lagu nasional.
Tapi sayangnya, prestasi timnas lagi-lagi berujung pada antiklimaks. Terang saja, bola panas jebloknya prestasi timnas itu berada di tangan PSSI. Para pencinta bola Indonesia naga-naganya sudah muak dengan kepemimpinan Nurdin Halid. Selama Nurdin bertengger di singgasana sebagai Ketum, PSSI kehilangan pijakan. Masyarakat marah karena Nurdin tidak profesional dan gagal membangun persepakbolaan Indonesia. PSSI malah disulap menjadi gudang mafia. Terbukti dengan ditemukannya indikasi praktik pengaturan skor, pungutan tiket, sistem kompetisi yang sarat akan politik uang, dan celakanya lagi Nurdin sampai hati memelintir aturan FIFA demi melanggengkan posisinya sebagai Ketum, meski jelas-jelas keabsahannya cacat di mata hukum karena ia pernah dipenjara.
Para pencinta sepak bola Indonesia menuntut Nurdin turun, meski Nurdin menolak untuk lengser. Rapor merah Nurdin berikut solusi membangun PSSI diuraikan secara faktual dalam Buku 'Dosa-Dosa' Nurdin Halid (ketua umum PSSI) yang ditulis oleh Erwiyantoro (wartawan senior olahraga). Sekali lagi, buku ini tidak bermaksuh menghakimi. Penulis memiliki bukti-bukti kuat bahwa reputasi Nurdin selama memimpin PSSI tidak layak untuk diteladani. Buku ini bertujuan untuk menyindir Nurdin, memberikan solusi membangun untuk PSSI, serta membesarkan hati para pencinta sepak bola Indonesia supaya tetap optimistis bahwa suatu saat nanti Garuda pasti menang!




Resensi Buku:



Buku Sejenis Lainnya:
oleh Prof. Dr. Andi Alimuddin Unde, M. Si.
Rp 52.000
Rp 44.200

Secara ...  [selengkapnya]

oleh Trias Kuncahyono
Rp 43.000
Rp 36.550
  [selengkapnya]
92 Pulau Terluar Indonesia
oleh Wanadri dan Rumah Nusantara
Rp 400.000
Rp 280.000
Mengenal Tanahair! Sudah selayaknya pemilik rumah mengenal tempat tinggalnya sampai batas pagar dengan tetangga sebelah. Dengan 17.504 pulau, ...  [selengkapnya]
oleh Bianpoen
Rp 75.000
Rp 63.750
Kumpulan tulisan ini meliputi kurun waktu 33 tahun (1976-2009) dan berfokus pada lingkungan hidup perkotaan, khususnya Jakarta. Alam perkotaan ...  [selengkapnya]


Lihat semua buku sejenis »




Advertisement