|
Sinopsis Buku: Buku yang berkisah tentang perjuangan seorang wanita dalam mencari keadilan. Keadilan dalam sebuah fakta kehidupan dan keadilan dalam status perkawinan. Ketidaktahuan Roxana terhadap hukum, membuatnya mengalami ujian ini. Buku yang harus dibaca oleh para wanita supaya bisa belajar dari kasus Roxana.
-LBH Bandung Karya ini bisa meluruskan pendapat dan keraguan masyarakat atau pengasuh SD Muhammadiyah selama ini. Semoga karya ini bisa menjadi kenangan tentang keadaan SD Muhammadiyah, baik guru-gurunya, maupun murid-muridnya pada masa itu. -Hazuan Hasran, Mantan Guru SD Muhammadiyah Gantong dan Pengurus cabang Muhammadiyah Gantong Cinta murni yang bersemayam di dadaku merupakan anugerah dari Tuhan. Dengan cinta, aku terbebas dari dengki karena harta, dan enggan menyakiti raga. Aku tidak takut pada cinta, meskipun cinta terkadang membawa kepedihan, keterasingan, kerinduan, dan selaksa kebingungan yang menyelimuti jiwa. Roxana, gadis sederhana dari Belitung yang hidup berkecukupan. Orangtuanya memilih menyekolahkan anak-anaknya di SD Muhamadiyah Gantong, sekolah Islam favorit pada masa itu, dibanding di SD PM Timah dengan fasilitas super lengkap. Di sekolah yang penuh kesederhanaan inilah, Roxana memahami arti sebenarnya dari sebuah bianglala hidup yang berputar dengan kerja keras dan kejujuran. Ternyata, tak semua orang berpandangan sama dengannya. Pengalaman hidup dengan mantan suaminya membuatnya sadar dan mengingat kembali petuah guru-gurunya semasa kecil dulu. Ia harus rela menerima kenyataan bahwa seseorang yang begitu dicintainya justru menghancurkan hidupnya hingga ke jurang terdalama atas dasar kebohongan besar. Dalam perjalanannya mencari keadilan hukum akibat fitnah yang diterimanya, Roxana menapaki kembali jejak-jejak masa kecilnya, mencari puzzle yang terserak did tiga kota, Belitung, Surabaya, dan Bandung. Dengan ketegarannya, ia mencoba merangkai lagi bianglala yang berpijar dalam tiga warna. Resensi Buku:
Buku Sejenis Lainnya:
![]() Advertisement |