|
Sinopsis Buku: Saya hanya ingin berkomentar: bacalah dwilogi novel ini selagi Anda sempat menghirup napas dengan sempurna. Buku pertama ini menghadirkan peringatan pada hati-hati yang merindu Tuhan, bahwa Cinta Tuhan selalu ada untuk kita, asal kita mau mengasahnya. Saya jadi tak sabar menunggu naskah keduanya....”Taufiqurrahman al-Azizy, penulis buku-buku best-seller novel religius terkini.
“Novel ini membuat saya menangis di malam buta itu, usai Tahajjud, amat dalam, terima kasih Wahyu Sujani telah mengingatkan saya akan betapa tak bertepinya Cinta Tuhan kepada saya, sekalipun saya masih saja terus-menerus berkhianat pada-Nya! Astaghfirullahal ‘azhim....”Hj. Maemunah Nashir, pengusaha ritel, tinggal di Yogyakarta. Mampu merasakan sentuhan Cinta Tuhan di kedalaman hati kita sungguh merupakan anugerah terbaik dan terindah dalam hidup kita. Mampu memahami diri sendiri sebagai hamba di hadapan kuasa Cinta Tuhan sebagai Sang Khalik sungguh merupakan detik-detik paling berharga dalam helaian napas hidup kita. Sayangnya, Ketika Tuhan Jatuh Cinta, teramat sering kita mengabaikan dan melalaikan-Nya. Sayangnya, kita begitu sukar menerima uluran Cinta-Nya. Mari, kita asah sepenuh jiwa, karena hanya dengan Cinta Tuhan, kita bisa menjadi pribadi yang memiliki keshalihan hati dan kekuatan hidup. Novel ini siap menemani dengan indah dan sempurna hari-hari pengasahan rasa kemanusiaan kita.... Resensi Buku:
![]() ![]() ![]() ![]() ![]() oleh: ALIN Buku yang sangat bagus ![]() Buku Sejenis Lainnya:
![]() Advertisement |