|
|
Sinopsis Buku: Kehadiran Eve Sumner membuat Waters terperangah. Bukan karena Eve cantik dan memesona. Lebih dari itu, Eve adalah juga Malorie, yang selalu terobsesi dengannya. Mustahil memang mengingat Malorie telah terbunuh beberapa tahun yang lalu. Lantas, siapa Eve sebenarnya? Benarkah ia hanya mengarang cerita tentang jatidirinya? Apa hubungan mereka sebenarnya? Apakah Malorie benar-benar sudah mati?
Waters harus tahu jawaban semua pertanyaan itu. Jika tidak, ia akan kehilangan seluruh anggota keluarganya.
Novel ini merupakan salah satu dari sekian banyak karya penulis novel misteri kenamaan, Greg Iles. Sama halnya dalam novel lainnya, The Footprints of God, sekali lagi Greg Iles mengajak kita berpetualang menguak sebuah misteri dahsyat. Misteri yang membuat Anda terus terjaga sepanjang malam. Jadi, jangan baca buku ini jika Anda masih menginginkan tidur yang lelap!
Resensi Buku:
Buku Lainnya oleh Greg Iles:
 | Rp 59.000 Rp 50.150 Tangan itu terjulur lunglai. Matanya menatap kosong, sementara warna kulitnya yang bak pualam justru mempertajam aroma kematian di sana. Masihkah ... [selengkapnya] |  | Rp 69.800 Rp 59.330 TARGET PEMBACA
Semua Umur.
SINOPSIS
Di sebuah laboratorium rahasia milik pemerintah, para ilmuwan terkemuka Amerika menciptakan Trinity ... [selengkapnya] |
Lihat semua buku yang dikarang oleh Greg Iles »
| Tentang Pengarang:
 Greg Iles was born in Germany in 1960, where his father ran the US Embassy Medical Clinic during the height of the Cold War. He spent his youth in Natchez, Mississippi, and graduated from the University of Mississippi in 1983.
Greg founded the band "Frankly Scarlet" and spent several years playing music for a living. The year after he was married, he gigged on the road for 50 weeks out of 52, and realized that this lifestyle was simply not sustainable with a family. He quit the band and began working eighteen hours a day on his first novel, Spandau Phoenix, a thriller about Nazi war criminal Rudolf Hess. When Greg sold this manuscript, he left the music business to complete the book.
Over the course of his next few books, Greg broke the formula adhered to by most ... [ selengkapnya]
|
Buku Sejenis Lainnya:
oleh Koen Setyawan
Rp 60.000 Rp 51.000 Serangkaian kejadian misterius berlangsung di jantung rimba Kalimantan. Seorang bocah hilang yang mengaku diselamatkan raksasa mitologi, seorang ... [selengkapnya] | oleh Robert Galbraith
Rp 119.000 Rp 101.150 Detektif partikelir Cormoran Strike beraksi kembali bersama asistennya, Robin Ellacott, dalam novel misteri baru karya Robert Galbraith, pengarang ... [selengkapnya] | oleh Meg Cabot
Rp 75.000 Rp 63.750 Pernikahannya dengan detektif swasta, Cooper Cartwright, tinggal beberapa minggu lagi, dan Heather sangat stres. Dengan kematian mahasiswa baru yang ... [selengkapnya] | oleh Meg Cabot
Rp 72.000 Rp 61.200 Hanya karena musim panas dan gedung tinggal sepi dari kehadiran para mahasiswa, tidak berarti Asisten Direktur Gedung Tinggal Heather Wells bisa ... [selengkapnya] |
Lihat semua buku sejenis »
 Advertisement
|
|