|
Sinopsis Buku: Joyoboyo meramalkan kemunculan Satria Piningit akan ditandai dengan bencana alam. Bencana itu antara lain gunung meletus, gempa bumi, banjir bandang, kelaparan dan banyak orang yang mati karena gigitan nyamuk. Tanda-tanda itu kini telah muncul. Silih berganti gunung berapi meletus. Gempa bumi menggoyang hingga memorak-porandakan keraton Yogyakarta. Banjir bandang menenggelamkan beberapa wilayah di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Jakarta. Pun, banyak orang yang mati akibat gigitan nyamuk demam berdarah.
Sabdo Palon mengatakan sebagai Satria Piningit ia akan muncul 500 tahun lagi setelah kepergiannya pada tahun 1500-an. Berarti ia akan muncul pada tahun 2000-an. Konon orang Bali telah menyaksikan kemunculannya. Kemunculannya akan ditandai dengan peristiwa besar meletusnya Gunung Merapi ke arah Barat Daya. Tanggal 13 Mei 2006 Gunung Merapi meletus pada malam bulan purnama, yang bertepatan dengan Hari Raya Waisyak (Budha) dan Hari Raya Kuningan (Hindu), laharnya mengalir ke Barat Daya. Semua tanda tentang kemunculan Satria Piningit telah terjadi. Lantas siapakah Satria Piningit itu? Benarkah ia berasal dari wilayah yang dekat dengan tempuran (pertemuan dua arus sungai). Benarkah ia akan muncul menjadi presiden pada tahun 2009 untuk menyelamatkan negeri ini dari kehancuran? �Ada pertanda bintang berekor melintas dari arah selatan menuju Timur. Lamanya tujuh malam. Hilangnya menjelang pagi sekali bersama munculnya mentari pagi. Bersamaan dengan hilangnya kesengsaraan manusia yang berlarut-larut. Itulah tanda putra Batara Indra (Satria Piningit) datang di bumi Nusantara." (Joyoboyo) Resensi Buku:
Buku Sejenis Lainnya:
![]() Advertisement |