Cari berdasarkan:



Rakyat Bangkit Bangun Martabat
 








Rakyat Bangkit Bangun Martabat 
oleh: Adi Sasono
> Politik & Hukum » Sosial & Politik

List Price :   Rp 35.000
Your Price :    Rp 29.750 (15% OFF)
 
Penerbit :    Alvabet
Edisi :    Soft Cover
ISBN :    9793064692
ISBN-13 :    9789793064697
Tgl Penerbitan :    2008-07-00
Bahasa :    Indonesia
 
Halaman :    xii + 250 hlm
Ukuran :    130x200x0 mm
Berat :    252 gram
Sinopsis Buku:
�Saya telah lama mengenal Bang Adi. Selalu, setiap ketemu beliau, satu hal yang tetap teguh terpancar: pemihakan pada ekonomi kerakyatan dan keyakinan bahwa kemajuan bangsa ini hanya dapat dicapai dengan keteguhan jati diri. Satu sikap dan pandangan yang sebarannya kini mulai jadi pegangan kaum muda bangsa.�

�Ray Rangkuti, Direktur Nasional Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA)

�Menginspirasi dan menggerakkan untuk berbuat demi rakyat.�

�Zaim Uchrowi, Direktur Utama Balai Pustaka

�Mas Adi Sasono bukan sosok yang suka mengedepankan ke-aku-annya, apalagi menggolkan kepentingan untuk diri sendiri. � Ia sepertinya lebih konsern pada kemiskinan yang merajalela, dan pada hak-hak asasi yang terpangkas. Kala sebagian masyarakat kalangan bawah seperti kehilangan arah, ia bisa tampil sebagai �obat penyejuk�.�

�Widi Yarmanto, mantan Pemimpin Redaksi Majalah Gatra

Globalisasi bukan sekadar istilah. Ia nyata hadir dalam kehidupan kita. Bergerak bak gelombang, menerabas setiap ranah. Dengan kekuatan organisasi teknologi dan uang, ia begitu gagah menciptakan imperium baru yang mempersatukan seluruh manusia di planet ini, membentuk tatanan dunia baru: dunia kapitalis. Maka, bicara soal globalisasi tak bisa lepas dari kapitalisme global. Sebab, globalisasi adalah sebuah drama kolosal dengan kapitalisme global sebagai sponsor tunggal.

Globalisasi menghendaki pasar yang mengglobal. Dan pasar bukanlah konsep netral, ia merupakan sebentuk neokolonialisme alias imperialisme gaya baru, yang tanpa kekerasan dan pemaksaan menjajah negara-negara Dunia Ketiga, termasuk Indonesia. Di sinilah terjadi pemiskinan struktural oleh Barat, sumber globalisasi.

Buku ini, Rakyat Bangkit Bangun Martabat, adalah lontaran kegelisahan penulis akan hadirnya Indonesia yang mandiri, berdaya, berdaulat, dan merdeka dalam makna yang sesungguhnya. Dengan konsep ekonomi kerakyatan, dipadu ekonomi Islam, ia optimis negeri ini bakal keluar dari krisis sekaligus lepas dari cengkeraman kapitalisme global. Layak jadi referensi para pejuang keadilan�

TENTANG PENULIS:

Adi Sasono lahir di Pekalongan, 16 Februari 1943. Ia menjalani pendidikan dasar dan menengah di sekolah Muhammadiyah, organisasi tempat orangtuanya mengabdikan diri sepanjang hayat. Latar belakang aktivitas bapak-ibunya dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan itulah yang membentuknya manakala ia melanjutkan pendidikan tinggi di Fakultas Teknik Sipil, Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun 1961. Semasa mahasiswa, Adi Sasono pernah menjadi Ketua Dewan Mahasiswa ITB, Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bandung dan Ketua Presidium Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI) di Bandung.

Sejak 1967, Adi bekerja di dunia konstruksi dan industri, dan di tahun 1976, saat berusia 33 tahun, ia memutuskan pensiun dari pekerjaannya, kemudian bergabung dengan aktivis mahasiswa dari berbagai universitas�UI, ITB dan UGM�untuk mendirikan Lembaga Studi Pembangunan (LSP). Memberdayakan rakyat, membangun harga diri dan kemandirian rakyat, memperkuat daulat rakyat secara ekonomi sebagai dasar mewujudkan kedaulatan rakyat dengan sebenar-benarnya adalah obsesi hidupnya. Selain LSP, ada sekitar 30 LSM yang turut ia dirikan dan kembangkan.

Adi Sasono meraih beberapa penghargaan penting, antara lain penghargaan internasional Aga Khan Award untuk perencanaan dan pembangunan kota�sebuah penghargaan yang ia peroleh melalui LSP atas proyek Citra Niaga di Samarinda. Selain itu, melalui PUPUK (Perhimpunan Untuk Peningkatan Usaha Kecil), ia juga memperoleh penghargaan Upakarti untuk pengembangan industri kecil dari pemerintah RI.

Ia memasuki wilayah kebijakan publik saat diangkat menjadi Ketua Tim Studi Pemukiman Rakyat di Kementerian Perumahan Rakyat, kemudian Senior Scientist di Badan Pengembangan dan Penerapan Teknologi (BPPT) tahun 1991, serta anggota Dewan Riset Nasional (DRN) hingga tahun 1998. Dalam masa itu, ia juga menjabat Sekretaris Umum Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) di bawah kepemimpinan BJ Habibie selaku Ketua Umum.

Usai reformasi yang mengakhiri pemerintahan Orde Baru, Adi menjadi Menteri Koperasi dan UKM hingga 1999. Setelah tak menjabat menteri, ia menduduki posisi Ketua Umum ICMI dan Komisaris Utama PT Abdi Bangsa Tbk, penerbit Harian Republika. Sejak 2005, ia diberi amanah menjadi Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia, sebuah gerakan dengan 35 juta anggota. Dua tahun berikutnya, pada 2007, Adi terpilih sebagai Executive Committee International Cooperatives Alliance (ICA) wilayah Asia Pasifik. ICA adalah organisasi koperasi dunia yang beranggotakan 800 juta orang, didirikan tahun 1905. Pada 2007, ia terpilih sebagai Presiden Asean Co-operatives Organization (ACO), yang mencakup 11 negara di Asia Tenggara.




Resensi Buku:



Buku Sejenis Lainnya:
Globalisasi Dan Masa Depan Kekayaan Alam Indonesia
oleh Wahyuni Refi
Rp 45.000
Rp 38.250
  [selengkapnya]
Suatu Telaah Ekonomi Politik
oleh Widigdo Sukarman
Rp 50.000
Rp 42.500

Buku Liberalisasi Perbankan Indonesia ini merupakan telaah ekonomi-politik terhadap kebijakan Paket Juni (Pakjun) 1983 dan Paket Oktober ...  [selengkapnya]

oleh Kompasiana
Rp 54.800
Rp 46.580

Hadirnya Jokowi telah menyumbang nuansa baru di dunia politik Indonesia, terlebih ketika dia mencalonkan diri sebagai capres. Begitu pula sosok ...  [selengkapnya]

oleh Nasihin Masha
Rp 63.000
Rp 53.550
Kita harus kembali kepada jati diri sebagai Bangsa Pemenang. Tak ada kata kalah dalam kamus Bangsa Indonesia.

 “Seorang ...  [selengkapnya]


Lihat semua buku sejenis »




Advertisement