Cari berdasarkan:



Membongkar Konspirasi Bunga Bank
 








Membongkar Konspirasi Bunga Bank 
oleh: Tarek El Diwany
> Politik & Hukum » Sosial & Politik

List Price :   Rp 40.000
Your Price :    Rp 34.000 (15% OFF)
 
Penerbit :    PPM Manajemen
Edisi :    Soft Cover, CD
ISBN :    9794422282
ISBN-13 :    9789794422281
Tgl Penerbitan :    2008-05-00
Bahasa :    Indonesia
 
Halaman :    x + 118 hlm
Ukuran :    145x210x0 mm
Berat :    178 gram
Sinopsis Buku:
Anda pernah terjerat utang karena bunga yang mencekik? Mungkin Anda salah satu korban dari konspirasi bunga. Dan ternyata, selama sekitar 300 tahun kita hidup dalam sistem riba dan penciptaan uang yang telah membentuk suatu sistem yang sangat berkuasa. Sistem tersebut sangat menguntungkan bagi beberapa institusi.

Buku ini menjelaskan bagaimana berbagai institusi mengeruk keuntungan dari bunga dan penciptaan uang yang sebenarnya tidak diperlukan untuk menggerakkan perekonomian.

Kejadian besar dalam ekonomi terjadi di abad ke-17 di mana uang simbol (token) digabungkan dengan riba (usury). Dua arus sejarah ini bertemu kemudian menghasilkan apa yang dikenal luas di masa kini sebagai perbankan. Perbankan komersil adalah uang simbol ditambah dengan riba. Segala upaya bagi Bank Islam masa kini akan gagal kecuali kita memahami apa yang terjadi pada pertengahan abad ke-17 di London. Sebuah pernyataan yang berani -tetapi memang itulah kenyataan sebenarnya.




Resensi Buku:



Buku Sejenis Lainnya:
Globalisasi Dan Masa Depan Kekayaan Alam Indonesia
oleh Wahyuni Refi
Rp 45.000
Rp 38.250
  [selengkapnya]
Suatu Telaah Ekonomi Politik
oleh Widigdo Sukarman
Rp 50.000
Rp 42.500

Buku Liberalisasi Perbankan Indonesia ini merupakan telaah ekonomi-politik terhadap kebijakan Paket Juni (Pakjun) 1983 dan Paket Oktober ...  [selengkapnya]

oleh Kompasiana
Rp 54.800
Rp 46.580

Hadirnya Jokowi telah menyumbang nuansa baru di dunia politik Indonesia, terlebih ketika dia mencalonkan diri sebagai capres. Begitu pula sosok ...  [selengkapnya]

oleh Nasihin Masha
Rp 63.000
Rp 53.550
Kita harus kembali kepada jati diri sebagai Bangsa Pemenang. Tak ada kata kalah dalam kamus Bangsa Indonesia.

 “Seorang ...  [selengkapnya]


Lihat semua buku sejenis »




Advertisement