|
Sinopsis Buku: Qotrun Nada telah berhasil mencitrakan karakter wanita Islam yang anti-stagnasi. Figur Arina dalam novel ini memperlihatkan karakter muslimah yang tangguh, inspiratif, penuh tenaga, sekaligus sarat kekuatan spiritual. Novel religius ini perlu dibaca para muslimah agar terinspirasi menjadi wanita berkepribadian kuat!
Abidah El Khalieqy, sastrawan senior, pengarang Geni Jora & Mahabbah Rindu Novel ini mencitrakan totalitas cinta, bahwa cinta suci tak boleh mendua, dengan dalih apa pun. Ini kian menegaskan betapa kaum wanita adalah �sama manusianya� dengan kaum lelaki, sehingga karenanya tak boleh dipoligami� Muhammad Makhdlori, pengarang buku-buku Islam Kontemporer Cerita unik novel ini terletak pada potret kehidupan pribadi para santriwati yang rupanya tak jauh berbeda dengan para santriwan, sekalipun tentu saja tidak semuanya. Apa lagi kalau bukan �fenomena meril�: cinta pada sejenis yang bukan karena kelainan seksual, namun lebih karena intensitas pergaulan keseharian. Apalagi, ini dituturkan oleh sastriwati� Anam Khoirul Anam, mantan sastri, pengarang novel Dzikir-dzikir Cinta Yes! Membaca novel ini membuat saya bangga terlahir sebagai wanita! Apalagi dituturkan dengan sangat memikat oleh pengarang wanita, muslimah, dengan latar kultural yang kuat: dunia pesantren. Kekuatan tematik dan setting religi novel ini akan memberikan dobrakan pada citra wanita yang sesungguhnya dalam Islam. Thank�s Mbak Nada� Ratih Agustini, dosen, penulis masalah-masalah Kekerasan dalam Rumat Tangga (KDRT) Resensi Buku:
Buku Sejenis Lainnya:
![]() Advertisement |