|
Sinopsis Buku: Hui Sing harus meninggalkan Tionkok, mengikuti gugurnya, Laksamana Cheng Ho. Sampai di tanah Jawa, gadis belia ini terjebak dalam perseteruan berdarah antara majapahit dan Blambangan. Cintanya jatuh kepada orang yang salah, bahkan nyawanya terancam oleh pengkhianatan beruntun. Dalam harapan yang hampir putus, napas nyaris mendekati ujungnya, Hui Sing memutuskan untuk bangkit, melawan takdir!
Novel berlatar belakang keruntuhan kejayaan Majapahit ini menghamparkan perjuangan panjang seorang pendekar Muslimah dalam menemukan jati dirinya. Terpisah ribuan mil dari tanah kelahirannya, Hui Sing berjuang seorang diri meredam pengkhianatan, menundukkan penguasa bodoh, sekaligus menemukan cinta sejatinya. Tasaro adalah penulis muda yang mau berkeringat dan berdialog dengan sejarah. Semoga Tasaro terus bersemangat menggali warisan sejarah. -Taufiq Ismail, Sastrawan Tasaro meramu cerita sejarah, jurus-jurus silat ala Kho Ping Ho, dan kisah cinta... lebih berfantasi. -Koran Tempo Resensi Buku:
![]() ![]() ![]() ![]() ![]() oleh: khansa awalina Alur dinamis dipadu dengan jalinan cerita silat nan seru dan bumbu romansa cinta, menimbulkan kesan mendalam.. Sayang belum berlanjut lagi kisahnya.. lebih suka ini dibandingkan buku Tasaro selanjutnya(Rindu Purnama).. ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() oleh: Agus Salim sajian ceritanya menarik, sambil menikmati kisah yang ada, kita juga bisa menerawang kebelakang menengok sejarah masa lalu negeri ini. Kalo boleh saya bertanya? Apakah buku ini akan ada kelanjutannya? Karena nasib soma putra Samita dan rakryan Rangga yang diculik tidak jelas? :D ![]() Buku Sejenis Lainnya:
![]() Advertisement |