|
Sinopsis Buku: Dunia diibaratkan seperti pohon yang rindang dan kita berteduh sejenak di bawahnya. Seseorang bisa berteduh dalam waktu yang lama sampai menginjak usia tua. asam garam kehidupan dunia dilaluinya......,
Buku penuh hikmah coba baca dan renungkan..? Resensi Buku:
![]() ![]() ![]() ![]() ![]() oleh: Rahmat Nugraha HIDUP UNTUK KEHIDUPAN Judul buku : Pohon Rindang Pengarang : K.H. Anwar Sanusi Penerbit : Gema Insani Tempat terbit : Jakarta Edisi : Soft Cover Tahun terbit : 2007 Cetakan : I Tebal buku : 198 Halaman Ukuran : 13,2 cm X 20,3 cm Harga : Rp 32.000,- Buku ini merupakan sebuah karya jitu yang terlahir dari pemikiran K.H. Anwar Sanusi yang lahir di Bogor pada 4 April 1946. Kehidupan beliau yang dilewatkan di Lingkungan Pendidikan Pesantren seringkali membuat beliau aktif di organisasi pelajar Islam Indonesia dan Himpunan Mahasiswa Indonesia. Da�i yang cukup akrab dengan pemirsa TV ini juga aktif mengisi kajian di Majelis-majelis ta�lim dan Dakwah di Perkantoran- perkantoran. Selain itu, beliau juga memimpin Yayasan Arafah di Cisarua-Bogor, sebuah Yayasan yang aktif di bidang pendidikan, dakwah dan pengabdian masyarakat. Dengan prinsip � Sahabat- sahabat saya, biarkan berdakwah melalui politik sedangkan saya berpolitik melalui dakwah�. Membuat kesehariannya penuh dengan dunia sosialisasi yang kerap dijadikan modal awal untuk membentuk karya yang brilian ini. �Dunia diibaratkan seperti pohon yang rindang dan kita berteduh sejenak di bawahnya. Seseorang bisa berteduh dalam waktu yang lama sampai menginjak usia tua. asam garam kehidupan dunia dilaluinya......,� begitulah seuntai kalimat yang tertera dalam buku ini yang dapat dijadikan sebagai renungan untuk menjalani hidup selama berteduh dibawah aturan agama. Pohon rindang adalah simbol Agama yang terus melindungi kita dari teriknya panas api godaan dan fatamorgana kehidupan. Sehingga perlu dilakukan upaya-upaya yang dapat tetap menegakkan pohon rindang semakin merindang, dan didalam buku ini banyak sekali langkah-langkah untuk menuju itu semua mulai dari Bagaimana manusia menjadi mulia, Benteng dan senjata manusia muslim, �super deal� kehidupan, Menarik garis antara pesimis dan optimis, Jalan menuju cinta illahi, Yang terpuji harus diaktualisasi, Yang tercela jangan dipelihara, sampai Keteduhan pohon rindang. Untuk mulai melangkahkan kaki kita menuju pohon rindang diharapkan kita menemukan kembali cahaya fitrah yang mulai redup oleh pesona dunia dan segala isinya. Buku ini juga menyuguhkan hidangan untuk meningkatkan qalbu yang semakin terjatuh atau meningkatkan kecemerlangan qalbu bagi mereka yang memang sudah bercahaya. Pada hakikatnya, upaya pencarian pada diri setiap manusia sudah ada, hanya kadarnya masing-masing berbeda. Sebenarnya bagaimanakah manusia menjadi mulia yang dapat berteduh di bawah pohon rindang? Apa yang membentengi dan mempersenjatai manusia muslim untuk menjaga pohon rindang? Serta Apa sajakah yang dimiliki manusia dan bagaimana memperjuangkan kerindangan pohon rindang yang telah tumbuh di diri manusia? Banyak hikmah yang dapat diambil dari pohon rindang dan dari sebuah keoptimisan, kerja keras, semuanya terperinci dengan jelas didalam buku ini. Menurut resensator, banyak sekali kelebihan buku ini yang melimpah ruah. Mulai dari edisinya yang soft cover sehingga memungkinkan buku ini lebih tahan lama, disamping itu, banyak Editor yang berkiprah juga didalamnya sehingga buku ini terasa lebih bermakna ditengah-tengah coretan pena seorang penulis yang profesional. Belum lagi terdapat pula rujukan surat-surat dalam al-Qur�an dan diksi yang bagus menghiasi dan memfokuskan kepada penelaahan isi buku ini sehingga buku ini terasa lebih hidup akan keberadaannya dan membuat pembaca semakin terang pemikirannya. Di lain sisi kita pun meyakini ternyata manusia memang jauh dari kesempurnaan, dan manusia hanya bisa berusaha untuk mencapai kesempurnaann itu sekalipun kesempurnaan itu hanya milik Tuhan semata. Dan bagi resensator kekurangan yang terdapat dalam buku ini meliputi berbagai hal, Pertama, Mungkin bagi para konsumen yang masih remaja buku ini bisa dibilang kurang komunikatif dan rasanya kurang enjoy untuk dinikmati bahkan alurnya terasa monoton. Kedua, penjelasan isi yang dilontarkan penulis masih kurang sampai titik tujuan penulisan itu sendiri dan kurang terperinci sehingga bagi pembaca yang masih belum biasa membaca buku , akan sulit memahami isinya. Ketiga, sangat disayangkan harga buku ini bagi kalangan Remaja terbilang sangat mahal. Setelah membaca buku ini resensator menyarankan pembaca untuk menghayati buku ini dari tiap penjelasan ke penjelasan sembari ditambah dengan merujuk pada ayat suci al-Qur�an, sehingga keyakinan Rohani kita semakin bertambah. Serta tak lupa agar setiap amanat yang terkandung didalamnya dapat diamalkan dalam kehidupan kita sehari-hari dalam bentuk budi pekerti yang membawa kita kedalam keteduhan Pohon Rindang. Rahmat Nugraha, XII-IPA 2 ![]() Buku Sejenis Lainnya:
![]() Advertisement |