Cari berdasarkan:



Maut Di Udara - Death in the Clouds
 


Maaf, stock buku kosong atau out-of-print.


Maut Di Udara - Death in the Clouds 
oleh: Agatha Christie
> Fiksi » Misteri & Kriminologi

Penerbit :    Gramedia Pustaka Utama
Edisi :    Soft Cover
ISBN-13 :    9789792228892
Tgl Penerbitan :    2007-12-00
Bahasa :    Indonesia
 
Halaman :    328
Ukuran :    110x180x0 mm
Sinopsis Buku:
*cetak ulang ganti cover*

Sementara Pesawat mewah Prometheus meluncur menuju Croydon, Hercule Poirot, dengan matanya yang tajam, mengamati rekan-rekan seperjalanannya. Jane Grey yang cantik dan pemalu… Norman Gale yang penuh perhatian… Cicely Horbury yang gelisah… dan si arkeolog muda Jean Dupont, yang dengan gesit meloncat membunuh lebah yang berdengung di atas kepala para penumpang.

Tetapi, baru setelah Madame Giselle ditemukan meninggal di bagian belakang pesawat, Poirot melihat ada lebah lain---lebah palsu yang sebetulnya adalah duri sumpitan, dan ujungnya dilumuri racun.




Resensi Buku:

  
oleh: Dimas Riswanto
Anda menyukai kisah detektif seperti Conan ataupun Sherlock Holmes? Saya rasa buku-buku Agatha Christie cocok untuk Anda. Ya, tokoh detektif yang diciptakan Agatha Christie memang luar biasa. Salah satunya adalah tokoh yang ada dalam buku ini adalah Hercule Poirot, seorang yang bertubuh kecil dengan kumis panjang di atas bibirnya. Kali ini kasus yang dihadapinya adalah pembunuhan di dalam sebuah pesawat terbang menuju Croydon yang sedang ia tumpangi. Perjalanan menuju Croydon akan terasa biasa-biasa saja untuk kesebelas penumpang beserta dua pramugara pesawat Prometheus hingga terjadinya insiden yang menggemparkan. Seorang nyonya rentenir paling terkenal di Paris, Madame Giselle ditemukan meninggal dunia! Saat ditemukan oleh seorang pramugara, Henry Mitchell, tubuh Madame Giselle sudah kaku dengan semacam sengatan lebah di lehernya. Barang bukti berupa �lebah� palsu yang telah diolesi dengan bisa ular beracun telah ditemukan. Yang menggemparkan adalah bahwa lebah beracun itu tak lain adalah bagian dari senjata suku asli Amerika Selatan di mana lebah tersebut dilepaskan dengan menggunakan suatu sumpitan. Dan sungguh di luar dugaan bahwa sumpitan yang mungkin digunakan telah ditemukan di belakang kursi Hercule Poirot. Setelah mendarat di Croydon semua orang yang terlibat pembunuhan dilakukan pemeriksaan. Tak ada yang mengaku kenal baik dengan sang nyonya. Bahkan di antaranya mengaku tak pernah mengenal Madame Giselle sebelumnya. Dan empat hari setelah kejadian, dilakukanlah sidang pemeriksaan untuk kasus itu. Ternyata diluar dugaan, saat sidang pemeriksaan, juri sidang sempat mencurigai Poirot sebagai dalang semuanya, namun karena belum ada bukti yang cukup, maka penyelidikan tentang kasus ini pun dilanjutkan. Kasus diusut, motif-motif yang mungkin dilakukan oleh masing-masing penumpang pesawat pun diselidiki. Bersama sahabatnya, Inspektur Japp dan rekannya Fournier, Poirot menyelidiki selangkah demi selangkah. Mengunjungi kediaman Madame Giselle, mencari tahu keluarga Madame Giselle yang masih hidup, serta mencoba mencari tahu tentang rekan-rekan bisnisnya. Namun semuanya tak membuahkan hasil. Menurut pelayan kepercayaannya, Madame Giselle tak punya keluarga. Hanya ia mempunyai seorang anak perempuan yang tidak diketahui keberadaannya. Bahkan semua bukti transaksi bisnis Madame Giselle telah dibakar oleh sang pelayan berdasarkan perintah sang nyonya kepada pelayannya jika terjadi sesuatu kepada majikannya. Sang pelayan hanya menyerahkan sebuah buku catatan kecil Madame Giselle yang isinya sekilas tidak bermakna. Namun, oleh Poirot, buku tersebut bisa menjadi alat yang akan membantunya mencari petunjuk. Beberapa di antara penumpang diperkirakan berhubungan dengan Madame Giselle sehubungan dengan profesinya sebagai seorang rentenir. Salah satu dari kesebelas penumpang diyakini telah berbohong. Lady Horbury yang diketahui kemudian telah meminjam sejumlah besar uang kepada Madame Giselle untuk membayar semua hutang-hutang judinya. Ia bahkan tak mampu melunasi hutangnya. Dan kematian Madame Giselle tentu memberikan keuntungan baginya. Sepasang ayah dan anak Dupont yang belum diketahui memiliki keterkaitan apa dengan Madame Giselle namun karena profesi mereka sebagai arkeolog yang senang mengumpulkan berbagai benda-benda dari setiap negara, ada kemungkinan memiliki sumpitan semacam itu. Seorang penulis cerita fiksi, Mr. Clancy yang pernah menuliskan cerita tentang suku asli Amerika Selatan dan benar-benar mengaku juga memiliki sumpitan seperti barang bukti. Dan Dr. Bryant yang bisa dengan mudah memperoleh bisa ular dengan bantuan rekannya. Hal yang membuat Poirot terganggu adalah mengapa sumpitan yang digunakan untuk menembakkan �lebah� tersebut tidak dibuang saja melalui ventilasi pesawat sehingga barang bukti pun tak akan pernah ditemukan. Dan bagaimana mungkin seseorang meniupkan sumpitan tersebut ke arah Madame Giselle tanpa terlihat oleh orang lain. Inilah yang mengejutkan dari buku ini. Ternyata sumpitan tersebut memang dengan sengaja ditunjukkan oleh pelaku dengan tujuan mengecoh penyelidikan. Lalu bagaimana cara pelaku sesungguhnya menaruh seekor �lebah� beracun itu tepat di leher Madame Giselle? Kemunculan seorang gadis muda bernama Anne Morisot yang tak lain adalah putri dari Madame Giselle. Namun sayang, Anne Morisot harus mengalami nasib yang sama seperti ibunya. Saat akan meninggalkan kota, ia ditemukan meninggal dunia di dalam sebuah kapal yang akan ditumpanginya dalam keadaan memegang gelas yang berisi racun asam hidrosianida. Namun kematian putrinya ini justru mengungkap semua misteri pembunuhan Madame Giselle. Kematian ini membuka petunjuk besar bagi Poirot untuk menangkap sang pelaku. Tak ada sidik jari, dan tak ada saksi. Namun kebohongan tetaplah kebohongan. Semua akan terbongkar cepat ataupun lambat. Siapakah dalang di balik semua kejadian ini? Dan apa motif sang pelaku melakukan pembunuhan terhadap ibu dan anak ini? Suatu pembunuhan tertutup yang begitu mengesankan. Pembaca dibuat penasaran dengan jalannya cerita. Suatu cerita yang membuat pembaca ikut berpikir dan mengira-ngira siapa pelaku di balik pembunuhan nyonya rentenir tersebut. Jika Anda menyukai sesuatu yang membuat Anda tak dapat melepaskan buku dari tangan Anda karena begitu penasaran terhadap jalan cerita, saya yakin buku Death in The Clouds bisa menjadi pilihan yang tepat.


Add your review for this book!



Buku Lainnya oleh Agatha Christie:
Cetak Ulang Cover Baru
Rp 48.000     Rp 40.800
"Istri Anda, Rosemary, tidak bunuh diri. Dia dibunuh!" George Barton menerima surat kaleng yang misterius itu setahun setelah kematian ...  [selengkapnya]
Cetak Ulang Cover Baru
Rp 48.000     Rp 40.800
"Aneh, rasanya aku pernah melihat rumah itu sebelumnya, entah di mana", kata Tuppence sambil menatap lukisan tersebut. "Aku harus ...  [selengkapnya]
Cetak Ulang Cover Baru
Rp 48.000     Rp 40.800
Kematian menyerang secara diam-diam. Aku ingat, surat itu tiba waktu kami sedang sarapan. Pengirimnya pasti dari desa ini saja, dan alamatnya ...  [selengkapnya]
Cetak Ulang Cover Baru
Rp 50.000     Rp 42.500
Tiga kecelakaan fatal dalam tiga hari. Tiga kecelakaan yang nyaris merenggut nyawa Nick Buckley, gadis cantik yang tinggal seorang diri di End House. ...  [selengkapnya]


Lihat semua buku yang dikarang oleh Agatha Christie  »


Tentang Pengarang:

THE QUEEN OR CRIME. Agatha Christie lahir di Torquay, Devon, Inggris pada tahun 1890, dikenal di seluruh dunia sebagai The Queen of Crime, Ratu Penulis Cerita Kriminal.

Ia mulai mengarang menjelang akhir Perang Dunia I. Dalam buku pertamanya, The Mysterious Affair at Styles (Misteri di Styles) ia menciptakan Hercule Poirot, detektif berkebangsaan Belgia yang bertubuh kecil, dengan kepada berbentuk telur, serta amat menyukai kerapian-tokoh detektif paling populer dalam fiksi setelah Sherlock Holmes.

Poirot, Miss Marple, dan detektif-detektif ciptaan Agatha Christie lainnya telah muncul dalam film layar lebar maupun layar gelas - sandiwara radio, dan drama-drama panggung yang kisah-kisahnya diangkat dari novel-novelnya. Agatha Christie menikah dua kalinya dengan Sir Max ... [selengkapnya]




Buku Sejenis Lainnya:
oleh Koen Setyawan
Rp 60.000
Rp 51.000
Serangkaian kejadian misterius berlangsung di jantung rimba Kalimantan. Seorang bocah hilang yang mengaku diselamatkan raksasa mitologi, seorang ...  [selengkapnya]
oleh Robert Galbraith
Rp 119.000
Rp 101.150
Detektif partikelir Cormoran Strike beraksi kembali bersama asistennya, Robin Ellacott, dalam novel misteri baru karya Robert Galbraith, pengarang ...  [selengkapnya]
oleh Meg Cabot
Rp 75.000
Rp 63.750
Pernikahannya dengan detektif swasta, Cooper Cartwright, tinggal beberapa minggu lagi, dan Heather sangat stres. Dengan kematian mahasiswa baru yang ...  [selengkapnya]
oleh Meg Cabot
Rp 72.000
Rp 61.200
Hanya karena musim panas dan gedung tinggal sepi dari kehadiran para mahasiswa, tidak berarti Asisten Direktur Gedung Tinggal Heather Wells bisa ...  [selengkapnya]


Lihat semua buku sejenis »




Advertisement