|
Sinopsis Buku: Selamat datang di Rumah Pengetahuan saya yang ketiga. Buku saya yang pertama On Becoming A Personal Excellent (Kiat Sukses Menjadi Pribadi Unggul) dan buku kedua The Art of Re-Engineering Your Mind for Success by NLP (Neuro Linguistic Programming). Puji syukur karena dua buku tersebut mendapatkan apresiasi baik dari masyarakat. Mudah-mudahan buku yang ketiga ini juga demikian.
Dalam buku saya yang ketiga ini saya lebih memfokuskan pada pentingnya menumbuhkan karakter, khususnya karakter Pembelajar Sejati. Kata Stephen Covey dalam bukunya Seven Habit of Highly Effective People, bahwa siapa menabur karakter akan menuai nasib. Dengan demikian, siapa saja yang yang memiliki karakter pembelajar sejati akan menuai nasib baik, sesuai dengan cita-citanya.. Semua orang berpotensi untuk bisa memiliki karakter pembelajar sejati. Namun, dalam perjalanan hidup seseorang, seringkali mengantarkan dirinya menjadi orang yang berkarater negatif. Suatu karakter yang justru menjerumuskan dirinya ke lembah kesengsaraan hidup. Alasan utamanya adalah kondisi sosial ekonomi keluarga, kondisi psikhis dan pisiknya, dan kondisi-kondisi lainnya yang menyangkut soal berbagai kekurangan yang melekat pada dirinya. Di lain pihak, dalam kasus tertentu seseorang yang secara kebetulan terlahir dari keluarga mampu namun ia memiliki karakter negatif. Fasilitas yang cukup dari keluarganya tidak mampu mengantarkannya menjadi pribadi yang berkarakter unggul. Dalam hal ini adalah karakter pembelajar sejati. Malah tidak sedikit jumlahnya dari kalangan ini yang merasa �termanjakan� dengan fasilitas dan kesempatan sehingga tidak memiliki karakter unggul. Karakter menentukan nasib. Pembentukan karakter bukanlah karena latar belakang keluarga dan sosial ekonomi semata. Pembentukan karakter merupakan proses kreatif atau dinamika antara sikap positif seseorang dengan lingkungannya. Yang saya maksud dengan sikap positif adalah kesanggupan seseorang untuk tetap melihat secara positif setiap peristiwa yang melingkupinya. Bersikap positif berarti, terus menerus optimis untuk sukses meski berbagai hambatan menimpanya. Bersikap positif berarti nyaris tidak pernah menyalahkan lingkungannya atau orang lain. Kaya atau miskin, gagal atau berhasil, baginya sama saja yakni terus berusaha yang terbaik. Motif utama seorang yang bersikap positif adalah ingin menjadi pembelajar sejati. Artinya, dari setiap peristiwa dan kondisi apa pun, yang ia inginkan adalah adanya nilai tambah bagi dirinya. Untuk kepentingan nasib jangka panjangnya ia rela menunda kesenangan sesesaat, melakoni hidupnya dengan ikhlas meski tantangan selalu menghadangnya. Baginya, dengan banyak tantangan hidup berarti kesempatan belajar sebanyak-banyaknya dari setiap peristiwa yang yang terjadi. Resensi Buku:
Buku Sejenis Lainnya:
![]() Advertisement |