|
Sinopsis Buku: Dalam situasi hidup dan mati, saat saling menghunus pedang dengan musuh, di manakah seharusnya seorang pendekar pedang menempatkan pikirannya?
Ini adalah pertanyaan pertama yang dibahas dalam esai pertama dari tiga esai yang ditulis oleh seorang guru Zen sebagai tuntunan bagi para pendekar pedang. Pertanyaan-pertanyaan lain yang muncul adalah perbedaan antara pikiran yang benar dan pikiran yang Kacau, apa yang menjadikan hidup berharga, sifat pikiran yang benar, paradigma ajaran Buddha mengenai jasmani dan kesadaran, serta apa yang menjadi ciri Pikiran yang Sesungguhnya. Begitu jelas dan tegasnya pemikiran penulis ini sehingga tulisannya mampu bertahan melampaui masa musnahnya kelompok samurai sampai sekarang, sebagai sumber bimbingan dan inspirasi bagi para pemimpin bisnis dan industri, juga mereka yang menjalankan praktik ilmu bela diri dalam bentuk modern. Resensi Buku:
Buku Sejenis Lainnya:
![]() Advertisement |