|
Sinopsis Buku: karena cinta, yang pahit berasa manis
karena cinta, tembaga menjadi emas karena cinta, ampas menjadi anggur murni karena cinta, penyakit menjadi penawar karena cinta, yang mati menjadi hidup karena cinta, sang raja menjadi hamba �Rumi Itulah kehebatan cinta: lebih lembut dari yang terlembut dan lebih digdaya dari yang terkuat. Tapi, cinta seperti apakah yang punya kekuatan luar biasa semacam itu? Tentu bukan cinta kita pada mobil/rumah mewah, perhiasan nan kemilau, istri/suami yang elok, anak-cucu yang lucu, atau pada jabatan/status yang dihormati masyarakat. cinta yang melampaui segala bentuk cinta yang lain. Itulah cinta kepada Sang Mahacinta: Tuhan. Bagaimana manusia bisa menggapai cinta Tuhan? Untuk menuju ke tema utama itu, Al-Ghazali menjelaskan secara mendalam: + apa saja tingkatan-tingkatan cinta + bagaimana mencapai cinta + manifestasi cinta kepada Allah + kecintaan dan kerelaan pada takdir Allah + bagaimana cinta yang sejati Dengan ketajaman nalar dan kedalaman penghayatannya, Sang Hujjatul Islam ini membuka pintu pemahaman menuju cinta yang sejati: Mahabatullah (cinta kepada Allah). *** Abu H�mid Al-Ghazali merupakan salah seorang ulama tasawuf yang memiliki karya berharga yang sangat banyak. Di antara karyanya yang terkenal adalah kitab Ihy� �Ulumudd�n, sebuah kitab yang membahas persoalan-persoalan akhlak, tasawuf, cinta kepada Allah, dan tema-tema akhlak yang lainnya. Keunggulan buku ini: 1. Menyajikan makna cinta dalam pengertian yang lebih luas. 2. Ditulis oleh seorang ulama yang memang memiliki keahlian dalam tema tasawuf, terutama tentang cinta kepada Allah. 3. Dilengkapi dengan dalil-dali yang diambil dari Al-Quran dan Sunnah sebagai pegangan bagi pendapat yang dikemukakan. 4. Menjelaskan aspek-aspek cinta seseorang kepada Allah. Resensi Buku:
Buku Sejenis Lainnya:
![]() Advertisement |