|
Sinopsis Buku: Di tengah mendung, sebuah lagu telah dimulai. Terlalu cepat dan tanpa aba-aba. Seperti hujan yang deras tiba-tiba. Aku selalu percaya, jatuh cinta dan patah hati merupakan dua hal yang terlalu dibesar-besarkan. Sejak kepergian Ayah, tak ada pertemuan yang begitu menyenangkan atau perpisahan yang begitu pedih. Jika kau tak pernah ada, Raka, aku pasti masih punya keyakinan yang sama. Tapi siapa sangka ternyata aku tak sekuat itu, tak sekuat Ibu? Tatapannya yang mendung. Gerak-geriknya yang cemas. Bibir mungilnya yang selalu bersenandung. Raka ingin sekali tenggelam di balik matanya dan menyelami setiap cerita yang disimpannya rapat-rapat. Dan saat perempuan itu menumpahkan begitu banyak duka di dada Raka, ia ingin sekali berada di sana selamanya. Tapi ia tak bisa. Sebab perempuan itu bukan Rena. Disa tak sekadar bisa menulis, dia juga mampu bercerita dengan apik. Novel ini pun ditutup dengan kisah yang tidak saya tebak. - Agnes Jessica, penulis novel Jejak Kupu-Kupu Overture membuka sebuah cerita dan, kelak, mengakhirinya seperti cuaca mendung dan gerimis tipis. Sendu, sederhana. Tetapi, menyentuh hingga yang tak tersentuh. Tak percaya ini novel pertama Disa. Sungguh! - Khrisna Pabichara, penyuka puisi dan prosa. Resensi Buku:
Buku Sejenis Lainnya:
![]() Advertisement |