Akhirnya mendapatkan momen untuk bertemu langsung dengannya, pria tampan seberang apartemenku. Tapi, aku lupa menanyakan namanya. Menyedihkan. Ini semua gara-gara sepupunya yang aneh itu, pria gila bernama Enrique.
Enrique memang pembawa bencana. Gara-gara dia aku harus terjebak di desa terpencil, kelaparan, di tengah badai salju. Sekarang, aku harus bersabar lagi, karena dia tiba-tiba muncul di apartemenku untuk menumpang nonton TV. Dia berteriak mendukung tim kesayangannya. Tapi, kenapa harus di tempatku? T.T
Akhirnya mendapatkan momen untuk bertemu langsung dengannya, pria tampan seberang apartemenku. Tapi, aku lupa menanyakan namanya. Menyedihkan. Ini semua gara-gara sepupunya yang aneh itu, pria gila bernama Enrique.
Enrique memang pembawa bencana. Gara-gara dia aku harus terjebak di desa terpencil, kelaparan, di tengah badai salju. Sekarang, aku harus bersabar lagi, karena dia tiba-tiba muncul di apartemenku untuk menumpang nonton TV. Dia berteriak mendukung tim kesayangannya. Tapi, kenapa harus di tempatku? T.T
- See more at: http://mizanstore.com/detailproduct/22048-I-Sneak-A-Look-At-Him-Everyday-2#.U8iRHEBavcs
Akhirnya mendapatkan momen untuk bertemu langsung dengannya, pria tampan seberang apartemenku. Tapi, aku lupa menanyakan namanya. Menyedihkan. Ini semua gara-gara sepupunya yang aneh itu, pria gila bernama Enrique.
Enrique memang pembawa bencana. Gara-gara dia aku harus terjebak di desa terpencil, kelaparan, di tengah badai salju. Sekarang, aku harus bersabar lagi, karena dia tiba-tiba muncul di apartemenku untuk menumpang nonton TV. Dia berteriak mendukung tim kesayangannya. Tapi, kenapa harus di tempatku? T.T
- See more at: http://mizanstore.com/detailproduct/22048-I-Sneak-A-Look-At-Him-Everyday-2#.U8iRHEBavcs
Akhirnya mendapatkan momen untuk bertemu langsung dengannya, pria tampan seberang apartemenku. Tapi, aku lupa menanyakan namanya. Menyedihkan. Ini semua gara-gara sepupunya yang aneh itu, pria gila bernama Enrique.
Enrique memang pembawa bencana. Gara-gara dia aku harus terjebak di desa terpencil, kelaparan, di tengah badai salju. Sekarang, aku harus bersabar lagi, karena dia tiba-tiba muncul di apartemenku untuk menumpang nonton TV. Dia berteriak mendukung tim kesayangannya. Tapi, kenapa harus di tempatku? T.T
- See more at: http://mizanstore.com/detailproduct/22048-I-Sneak-A-Look-At-Him-Everyday-2#.U8iRHEBavcs