|
Sinopsis Buku:
"Kau.…' Windy menggeleng tak percaya. Otaknya seakan baru bangkit dari kematian. Baru disadarinya kalau ia sedang melangkahkan kaki menuju kematiannya sendiri. Seketika jiwanya menciut. Ia ingin lari dari tempat itu secepat kilat. Namun, sebuah tangan langsung mencengkeram lengannya dan mengunci ke belakang. Membuat gadis itu menjerit kesakitan. "Ayo, teruslah berjalan ke atas. Atau, kau ingin mati di tangga ini?" Windy tercekat. Sebilah pisau menempel di lehernya. Resensi Buku:
Buku Sejenis Lainnya:
![]() Advertisement |