|
Sinopsis Buku: Tobat Keren en Dahsyat Kisah hidup Uje, musti diakui, begitu sarat dengan hikmah yang perlu kita ambil pelajaran sedalam-dalamnya. Mungkin kisah-kisah semacam ini biasa kita baca, tapi perlu diakui kalau Uje adalah fenomena tersendiri. Dan kelebihan kisah hidupnya dari yang lain, karena almarhum terasa "gue bangets!" dalam konteks kehidupan kita sekarang. Buku ini tampil menjadi teman perjalanan bagi yang ingin kembali di jalan Allah. Nggak ada kata putus asa karena rahmat Allah luas dan kasih-Nya berlimpah. Nggak juga perlu minder lantaran dosa yang bejibun karena kasih dan ampunan Allah jauh di atas itu. Asal kita mau berubah, bakal terasa 'tuh kasih sayang Allah 'menjamah' kita. Nggak percaya? Nah, baca buku ini, bisa membantu kita meraih rasa percaya itu. *** "... Gaya penulisan Pak Teguh sangat menarik dan enak dibaca, kalimat yang satu ke kalimat berikutnya tertata dengan baik dan sistematis, namun tetap rileks sehingga orang tidak jemu dan tertarik membacanya sampai tuntas. Mengalir seperti air ..." - Jusmery Chandra, Presiden Direktur PT. Puri Kemenangan Jaya "Subhanallah .... Buku ini membawa kita ke dalam kehidupan Uje dari sisi yang masih belum banyak diketahui orang. Melalui kisahnya, kita bisa bertobat dan, sebagaimana Uje, bangkit dari kehidupan masa lalu yang 'gelap', serta meneladani perjuangan dakwahnya." - Hendy Setiono, Presiden Direktur BabaRafi enterprise Berbagi Hati "Kumpulan kisah penyejuk jiwa. Membaca buku ini, Anda diajak Houtman Zainal Arifin untuk melihat bahwa hidup ini adalah anugerah yang luar biasa." - Andy F. Noya, Presenter Kick Andy Kumpulan kisah reflektif ini merupakan hadiah dari Pak Hotman untuk semua pembaca. Bukan hanya untuk dibaca, tetapi juga untuk diambil inspirasinya. Semoga kita dapat mencontoh dan meneruskan cara beliau menangani anak yatim dan kaum dhuafa dengan penuh ketulusan dan kasih sayang. - Ismail A. Said, Presiden Direktur Dompet Dhuafa *** Aku mengajak tukang ojek sepeda itu makan bersama di hotel mewah. "Bapak pilih saja yang paling enak, saya yang bayar," kataku. "Saya minum kopi susu saja. Sudah 20 tahun saya nggak meminumnya," jawabnya. Setelah habis, kutawari segelas kopi susu lagi dan menu yang lain. Lalu dia berujar, "Yang enak dan nikmat itu yang pertama, Pak. Yang kedua dan seterusnya adalah rakus." Tak hanya sekali Houtman Z. Arifin merasa tercerahkan oleh orang-orang yang dia bantu. Baginya, pengamen cilik, tukang ojek sepeda, dan orang cacat yang dia temui di jalan adalah guru kehidupan. Berbagi dengan sesama adalah sumber kebahagiaan yang besar dalam hidupnya. Buku ini merupakan kumpulan kisah yang disusun Houtman Z. Arifin kala dirinya tengah bergelut dengan kanker darah. Ajal memang telah membubuhkan titik bagi napasnya, tetapi tidak bagi inspirasinya. Sejuta Nikmat Zakat Delapan belas tahun sudah perjalanannya sebagai ami zakat Dompet Dhuafa. Kunjungannya ke berbagai pelosok negeri, keakrabannya dengan sosok-sosok tangguh kaum dhuafa, serta perjumpaannya dengan kepedulian para muzakki (donatur), mengantarnya mendapat banyak pengalaman dahsyat seputar zakat. Ia, penulis buku ini, dengan fasih dan serunya menceritakan kisah-kisah dashyat tentang mukjizat berbagi. *** "Kumpulan hikayat yang berwarna-warni ini bukan sekadar catatan perjalanan biasa, tetapi observasi penulis tentang lika-liku hidup sudut mata hati seorang pekerja sosial yang sudah berpengalaman." - Ahmad Fuadi, penulis trilogi bestseller Negeri 5 Menara "Membaca buku karya guru saya, Mas Yuli Pujihardi, ini akan menyadarkan kita bahwa sesungguhnya kitalah yang membutuhkan zakat. Kita akan dibuat ketagihan untuk segera berzakat, bahkan juga bersedekah karena zakat dan sedekah adalah harta kita sesungguhnya." - @AnwarSani_MOZA, Ketua Yayasan Daarul Qur'an Nusantara "Banyak ayat kehidupan, peristiwa kecil atau hal sederhana yang terjadi di kanan kiri kita yang diungkap buku ini. Selamat membaca dan berkelana di dalam buku yang ditulis sahabat saya ini." - Jamil Azzaini, Inspirator Sukses Mulia "Dari pengalaman panjang mengurus zakat banyak hikmah tak terduga yang menggugah dan inspiratif. Coba baca pengalaman sahabat saya yang luar biasa ini." - Ahmad Juwaini, Direktur Eksekutif DOmpet Dhuafa Republika Dan Surga Pun Tersenyum Pak Dji, OB honorer di sebuah kantor pajak di Surabaya. Ia jujur, cekatan, dan mau membantu tanpa berharap pamrih. Saat orang yang dibantunya memberikan sejumlah imbalan, Pak Dji menolaknya. “Wong hanya mengurus ini saja,” begitu ucapnya sambil tersenyum. Ia juga seorang ketua RT. Ketika rekannya meminta untuk dibuatkan KTP dengan cara tembak, Pak Dji dengan halus menolaknya. Namun, jangan salah! Pak Dji menjalani hidupnya dengan syukur dan merasa hidupnya berkecukupan. Demikian pula dengan Pak Zul. Melalui serangkaian musibah yang dialaminya, Pak Zul mampu menemukan hikmah. Ia pun mengaku bersyukur dan terus berkarya dari atas kursi roda hingga saat ini. Pak Dji dan Pak Zul hanyalah dua dari banyak contoh kisah ketulusan dan syukur wong cilik di sekitar kita. Melalui kisah kehidupan mereka, kita belajar tentang makna ketulusan dan syukur yang sesungguhnya. *** "Buku yang mengetuk hati siapa pun yang membacanya untuk segera bersyukur, bertasbih, dan mengagungkan kebesaraan Sang Maha Pengasih dan Penyayang." - Oki Setiana Dewi, Aktris Muslimah dan Penulis Bestseller Menangis Karena Allah Rasa takut biasanya akan menjadikan seseorang menghindar dari yang di takutinya. Namun, takut kepada allah berbeda karena justru akan menjadikan seseorang mendekat dan lebih cinta kepda-Nya. Menangis dalam cinta kepada allah adalah salah satu tanda munculnya rasa takur kepadanya. Menangis hanya karena allah merupakan kemampuan agung yang tidak akan dicapai, kecuali oleh orang-orang saleh. Buku ini berisi kisah-kisah menyentuh tentang mereka yang menangis karena ketundukan hati di hadapan allah. Membacanya akan membuka hati kita betapa penting rasa takut terhadap allah, terlebih lagi menangis karenanya.. Resensi Buku:
Buku Sejenis Lainnya:
![]() Advertisement |