|
Sinopsis Buku:
Dengan bicara ceplas-ceplos, "Kalau mau debat kondom di akhirat saja", "Hapus kolom agama di KTP", atau "...masih juga tidak boleh menjadi pembina upacara. Kamu tembak saya juga rela!", menunjukkan betapa "berani" sekaligus "berprinsip"-nya Ahok. Hal yang membuat Ahok menerima banyak ancaman dan perlawanan, sekaligus tidak sedikit dukungan baginya. Inilah riak-riak "kontroversi" yang ada. Gaya berkomunikasi Ahok yang terkesan urakan, sebagaimana nanti pembaca temukan di dalam buku ini, adalah gaya berkomunikasi yang kaya "pesan". Pesan-pesan inilah yang coba digambarkan di dalam buku ini. Resensi Buku:
Buku Sejenis Lainnya:
![]() Advertisement |