Cari berdasarkan:



ATHIRAH
 








ATHIRAH   
Sebuah novel tentang ibunda dari Jusuf Kalla
oleh: Alberthiene Endah
> Inspirasional & Spiritualitas » Inspirational

List Price :   Rp 69.000
Your Price :    Rp 58.650 (15% OFF)
 
Penerbit :    Noura Books (Mizan)
Edisi :    Soft Cover
ISBN :    6027816678
ISBN-13 :    9786027816671
Tgl Penerbitan :    2013-12-00
Bahasa :    Indonesia
 
Halaman :    0
Ukuran :    210x140x0 mm
Berat :    346 gram
Sinopsis Buku:
"Apakah ini artinya Emma kalah, Jusuf?"

Pertanyaan Emma menusuk batinku. Aku pilu. Mata bening Emma basah.

Angin sore mendadak terasa sangat dingin.

Cahaya matahari dari barat jatuh di wajah Emma. Dukanya semakin terlihat.

 

Emma tidak pernah punya gambaran tentang wanita yang dimadu.

Sejak Bapak memilih tinggal di rumah keduanya, Emma sering terlihat merenung, tertunduk lesu. Ketika langkah Bapak semakin jarang terdengar di rumah kami, Emma semakin sendu.

Namun, Emma tak membiarkan dirinya terlalu lama disiksa rindu. Dia segera berjuang untuk bangkit, menjadi wanita yang mandiri. Emma adalah perjalanan keberanian. Ada sosok yang kokoh dalam dirinya yang lembut dan sangat halus. Jika kau ingin aku berkata-kata tentang keindahan, kepadanya benakku akan bertumpu. Maka, kini, aku akan bercerita tentang, dia, ibuku. Emma-ku. Athirah. Perempuan indah yang mengajarkan aku tentang hidup …. Sesuatu yang tak perlu kau takutkan jika kau tahu makna kesabaran ….

***

Kisah tentang ibu selalu menarik dan menyentuh. Di balik sosok orang-orang hebat, ada seorang ibu yang memberi nilai-nilai kehidupan dan prinsip-prinsip yang mewarnai sosok orang tersebut. Karena itu menarik untuk menyimak kisah tentang Athirah, sosok perempuan dan ibu yang memberi warna dalam kehidupan dan keberhasilan Jusuf Kalla. Banyak nilai kehidupan yang sangat berguna untuk dipelajari.

- Andy F. Noya, pembawa acara Kick Andy




Resensi Buku:

  Athirah
oleh: Nanik
Athirah merupakan judul novel yang ditulis oleh Alberthiene Endah, yang terinspirasi dari kisah Jusuf Kalla dan Emma. Adalah Athirah, gadis cantik dari Bone yang hidup berbahagia dengan suami yang sangat dicintainya, Haji Kalla, seorang pemuda pedagang yang sukses. Mereka meninggalkan Bone dan pindah ke Makassar untuk memulai usaha dagang yang lebih besar. Perdagangan yang sukses, anak-anak yang sehat, rumah yang selalu penuh keceriaan. Lengkap sudah kebahagiaan Athirah. Namun semua berubah, saat Haji Kalla memutuskan untuk menikah lagi. Keputusan yang tak pernah didiskusikan dahulu dengan Athirah. Membuat hati Athirah remuk redam. Semangat hidupnya sempat menghilang. Namun Athirah hanya pasrah, tak pernah berani mempertanyakan apa alasan suaminya menikah lagi. Demikian pula dengan Jusuf, sebagai anak lelaki tertua, yang merasa terpukul dengan pernikahan kedua ayahnya, ingin mempertanyakan apa alasannya, namun tak pernah berani mengucapkannya. Mulailah babak baru dalam rumah Jusuf. Ayahnya memutuskan untuk tinggal di rumah istri keduanya. Ayahnya berjanji dia akan berada di rumah Jusuf dua kali dalam sehari. Pagi setelah sholat subuh, dia akan sarapan di rumah itu. Waktu kedua adalah sore menjelang magrib. Kedua waktu itulah waktu yang paling ditunggu oleh Athirah. Pagi dan sore hari dia bersemangat menyiapkan hidangan untuk suaminya. Namun tatapan matanya kembali hampa kala sang suami melangkahkan kaki keluar rumahnya, tubuhnya kembali lesu. Dia hanya mampu menatap kepergian suaminya dari jendela. Jusuf menyaksikan bagaimana emma berjuang untuk menyembuhkan luka hatinya. Dia melihat bagaimana emma jatuh bangun dengan perasaannya. Dari situ dia belajar keikhlasan, dari situ dia belajar arti kesetiaan. Pada akhirnya Athirah mampu bangkit, dia tak lagi meratapi dan mempertanyakan kenapa suaminya menikah lagi. Dia ikhlas menerima itu, dia pun meminta pada Jusuf untuk ikhlas juga. Dia meminta pada Jusuf untuk menjaga adik-adiknya, menjaga dirinya. Dan Jusuf pun berjanji, dia tak akan pernah meninggalkan Makassar, dia akan selalu ada disisi Athirah. Dalam novel ini juga diceritakan bagaimana pertemuan Jusuf dengan Mufidah, bagaimana pengejaran Jusuf untuk mendapatkan perhatian dan cinta Mufidah. Bagaimana dia bersabar, walau mufidah selalu berusaha menghindar dan cuek saja jika kebetulan bertemu. Jusuf tetap sabar menunggu jawaban mufidah. Jusuf juga berusaha untuk memaklumi ketakutan Mufidah yang sudah mengetahui latar belakang keluarganya. Ketakutan bahwa Jusuf akan meniru ayahnya, melakukan poligami. Kesetiaan Athirah akhirnya memang mampu memenangkan hati Haji Kalla kembali. Haji Kalla mulai lebih sering berkunjung ke rumahnya. Tak terbatas setelah subuh dan menjelang maghrib saja. Bahkan setelah Athirah meninggal, Haji Kalla seperti tak bersemangat lagi menjalani kehidupannya. Dia sering terlihat murung dan tatapannya hampa. Sekitar tiga bulan setelah Athirah meninggal, Haji Kalla pun menyusulnya ke alam baka. Jusuf tak pernah menginjakkan kaki dirumah istri kedua ayahnya, walau jaraknya hanya sekitar satu km. Pertama kali Jusuf kesana adalah saat memperoleh kabar bahwa ayahnya meninggal. Jusuf tentu ingin mengurus jenazah ayahnya, namun dia sadar bahwa keluarga kedua ayahnya tentu juga ingin mengurus jenazah ayahnya. Bisa terjadi keributan jika kedua keluarga itu masing-masing memaksakan kehendaknya. Maka Jusuf mengambil keputusan bahwa pengurusan jenazah dilakukan di rumah istri kedua ayahnya, selanjutnya jenazah akan disemayamkan di masjid di samping rumah Jusuf. Jusuf pun memenuhi janjinya pada Athirah, untuk menjaga Mufidah, untuk tak melakukan poligami. Untuk setia hanya pada satu keluarga.


Add your review for this book!



Buku Lainnya oleh Alberthiene Endah:
Rp 135.000     Rp 114.750
  [selengkapnya]
Rp 165.000     Rp 140.250

"Kami mencintai Indonesia dengan segenap rasa cinta, ketulusan, dan tanpa pamrih. Oleh karenanya, kami siap menanggung risiko apapun atas ...  [selengkapnya]

Rp 275.000     Rp 233.750
  [selengkapnya]
Rp 68.000     Rp 57.800

A True Story of Ken Dean Lawadinata; Indonesia's Youngest CEO

Buku ini menuturkan kisah anak muda enerjik, Ken Dean ...  [selengkapnya]


Lihat semua buku yang dikarang oleh Alberthiene Endah  »


Tentang Pengarang:

Menulis serial Lajang Kota adalah hiburan tersendiri bagi Alberthiene Endah. Penulis kelahiran Bandung 16 September ini mengaku menulis novel-novel MetroPop adalah relaksasi di tengah kesibukannya di bidang jurnalistik dan menulis biografi.Selain novel ringan Jodoh Monica, Cewek Matre, dan Dicintai Jo, penulis sudah menghasilkan novel psikologi, Jangan Beri Aku Narkoba (JBAN) yang difilmkan dengan judul Detik Terakhir. Novel JBAN, berhasil menggaet dua penghargaan. Oktober 2004, JBAN mendapat penghargaan khusus dari Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Fan Campus dalam upaya pemberantasan narkoba. Mei 2005, JBAN terpilih sebagai Juara Pertama Adikarya Award 2005 IKAPI.Alberthiene juga menjadi produser dan penulis biografi diva kondang Krisdayanti dalam Seribu Satu KD, biografi politikus Dwi ... [selengkapnya]




Buku Sejenis Lainnya:
oleh Salman Iskandar
Rp 22.000
Rp 18.700
Bisa kamu bayangin, gimana kalo para penulis kampiun jawara pada ngumpul dalam satu buku?! Wuiiih... pasti rame, seru, dan njamin mutu. Buku yang ...  [selengkapnya]
oleh Editor Beyond Words Publishing
Rp 30.000
Rp 25.500
  [selengkapnya]
oleh Valiant Budi
Rp 120.000
Rp 96.000
Kedai 1001 Mimpi

"Kita ini konon pahlawan devisa. Tapi kalau ...  [selengkapnya]
oleh Meti Herawati
Rp 65.000
Rp 55.250
Guru adalah salah satu sosok yang mengisi lembar kehidupan seorang anak manusia. Guru merupakan orangtua kedua yang mempunyai andil dalam mendidik ...  [selengkapnya]


Lihat semua buku sejenis »




Advertisement