Cari berdasarkan:



Mengapa Si Penjudi Masuk Surga Sedangkan Si Sufi Masuk Neraka?
 








Mengapa Si Penjudi Masuk Surga Sedangkan Si Sufi Masuk Neraka?   
oleh: Yoyok Dwi Prastyo
> Non Fiksi » Lainnya

List Price :   Rp 28.000
Your Price :    Rp 23.800 (15% OFF)
 
Penerbit :    Narasi
Edisi :    Soft Cover
ISBN :    9791683433
ISBN-13 :    9789791683432
Tgl Penerbitan :    2013-10-00
Bahasa :    Indonesia
 
Halaman :    0
Ukuran :    0x0x0 mm
Berat :    596 gram
Sinopsis Buku:
Disadari atau tidak. kita seeing memakai topeng-lopeng kemunafikan untuk menjadikan segala amal perbuatan kita menjadi terlihat baik dalam pandangan manusia. Baik itu berupa topeng intelektual, topeng sosial, bahkan topeng kesalehan. Dengannya. kita menjadi lupa pada hakikat amal perbuatan tersebut yang selayaknya kita dasarkan pada niat yang tulus dan ikhlas hanya untuk Allah Tuhan Yang Mahakuasa.

Kita bisa belajar dari kisah Si Sufi yang rumahnya berhadap-hadapan dengan tetangganya seorang penjudi. Setiap kali pulang dari berjudi, Si Penjudi melihat Si Sufi menumpuk batu di depan rumah sebagai tanda peringatan bagi perbuatan buruk Si Penjudi. Hal ini berlangsung sekitar 20 tahun. dan terhenti ketika Si Sufi dan Si Penjudi menmggaldunia.

Si Penjudi merasa heran karena ternyata malaikat mendapat permtah dari Allah untuk membawanya ke surga. la kemudian berpikir bahwa Si Sufi pasti masuk ke surga yang lebih baik dari dirmya Ketika hal tersebut ditanyakan kepada malaikat. di luar dugaan ternyata Si Sufi justru dimasukkan ke dalam neraka. Lalu sebenarnya apa torjadi? Mengapa Si Penjudi masuk surga sedangkan Si Sufi masuk neraka?

Buku ini berisi kisah-kisah pencerahan yang insya Allah mampu menuntun kita mengenal berbagai topeng kemunafikan yang seharusnya kita tinggalkan Dituturkan melalui bahasa yang sederhana dengan beberapa kisah yang mampu mengundang tawa sekaligus menyentuh jivva Setelah membacanya. semoga kita sadar sehingga selain mampu menjalankan syanah, kita juga mampu menggapai hakikat dari setiap amal perbuatan kita. Amin




Resensi Buku:





Tentang Pengarang:

Yoyok Dwi Prastyo, terkadang memakai nama pena Astvat-ereta, Himada atau Ki Sandal Jepit, lahir di kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, pada 22 Januari 1982.

Pria yang pernah mendapat beasiswa Séjour Pédagogique de Courte Durée dari pemerintah Prancis ini menjalani sekolah dasarnya di SD N 4 Godong. Jenjang selanjutnya ia lalui di SMP N 1 Karangrayung dan pendidikan menengah ia lakoni di kelas bahasa SMA N 1 Godong atau yang lebih dikenal sebagai SMA N Mrapen.

Lelaki yang punya prinsip « Dieu pour coeur, amour pour soleil, et progrès pour aile » ini lalu melanjutkan studinya di jurusan Bahasa dan Sastra Asing Universitas Negeri Semarang.

Jejak langkah kepenulisan lelaki yang ketika SD dipanggil kenthir (bahasa Jawa, berarti gila) dan ketika kuliah dipanggil ... [selengkapnya]




Buku Sejenis Lainnya:
oleh Park Dong Sun
Rp 121.000
Rp 96.800
Simple Thinking of Blood Type

Tahu nggak sih kalau orang ...  [selengkapnya]
oleh @terimakasihayah
Rp 49.000
Rp 39.200
  [selengkapnya]
oleh Park Dong Sun
Rp 63.000
Rp 50.400
Pernahkah kamu merasa tidak diperhatikan oleh orang lain? Pernahkah kamu mendapat luka dari perkataan teman baikmu?

Itu semua karena ...  [selengkapnya]
oleh Helen Ishwara
Rp 69.000
Rp 58.650
  [selengkapnya]


Lihat semua buku sejenis »




Advertisement