Sistem Politik Lokal (SPL) dimana Dinamika Politik Lokal (DPL) inklusif didalamnya, sangat kasuistis, karena sesuai dengan irama Otonomi Daerah (Otda), maka setiap daerah Tingkat I dan II, mengalami dinamika politiknya masing-masing.
Namun demikian, ada sejumlah rujukan yang dapat digunakan untuk uji empiris, guna mendapatkan gambaran yang relatif utuh dari setiap DPL tersebut.
Pertama, harus dilihat SPL (DPL) tersebut secara sistemik, artinya sebagai suatu tatanan yang utuh, maka DPL akan sangat ditentukan oleh tingkat dan kualitas sinergi antara Subsistem Infra Struktur Politik Lokal (ISPL) dengan Subsistem Supra Struktur Politik Lokal (SSPL=Pemerintahan Daerah) yang bersangkutan.
Kedua, dalam setiap subsistem tersebut, tingkat peran atau kinerjanya juga ditentukan oleh baik tidaknya kerjasama antara sub-subsistem Elit Politik Lokal (EPL), Kelas Menengah Politik Lokal (KMPL) dan Kelas Bawah Politik Lokal (KBPL) nya, serta juga dipengaruhi oleh keberadaan Kelas Cuek Politik Lokal (KCPL) nya .
Ketiga, faktor-faktor lain yang juga secara nyata menjadi bagian dari gambaran DPL, antara lain pengaruh masalah-masalah Lingkungan Strategis baik yang bersifat eksternal maupun internal, dan model proses pengambilan keputusan yang dipergunakan dalam rangka memutuskan suatu keputusan politik lokal atau lazim disebut kebijakan publik lokal.
Keempat, pada akhirnya juga dewasa ini, terlihat bahwa berbagai masalah Pilkada dan Kepemimpinan Kepala Daerah dan Wakilnya, serta proses Advokasi, menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam menentukan "wajah" DPL suatu daerah.
Dari semua hal di atas terlihatlah bahwa faktor-fakor internal dan eksternal secara sistemik menentukan kondisi suatu SPL, berarti juga akan merefleksikan gerak atau irama DPL di daerah yang bersangkutan.
Kiranya kita arif melihat SPL (inklusif DPL) sebagai suatu hal yang utuh menyeluruh, yang dalam bahasa ilmiah disebut sebagai suatu pendekatan sistemik = utuh menyeluruh = komprehensif integral = interdisipliner = wholeism, dari kenyataan-kenyataan SPL inklusif DPL tersebut, dan tidak melihat aspek-aspeknya secara terpisah-pisah.