Ia tidak tahu. Yang ia tahu dan rasakan kini hanyalah seribu tusukan anak panah dan sakit hati yang demikian hebat. Ia hanya bisa berkata kepada dirinya sendiri, "Seharusnya dulu aku mati!"
***
Pernikahan sederhana sedang berlangsung di sebuah masjid. Suasana begitu syahdu dan kudus. Namun tiba-tiba, luncuran rudal mendesing ke tempat mereka. Dan, buuummmm! Ledakan dahsyat tak bisa dihindarkan. Tentu saja, tak sedikit dari mereka yang hadir tewas di tempat seketika. Benar-benar peristiwa tragis yang sangat memilukan.
Ibrisim, mempelai laki-laki yang selamat dari peristiwa itu, tak akan mudah melupakannya. Bagaimana tidak, ia telah kehilangan calon istrinya, ibunya, dan saudara kembarnya. Bahkan, ia pun kini menjadi cacat. Oleh karenanya, Ibrisim bertekad untuk membalas semua itu.
Dengan tekad yang membara, Ibrisim, seorang anggota HAMAS, siap melakukan aksi spektakuler dan mengerikan!
Simak kisah dari bumi Gaza yang sangat menegangkan ini. Sebuah novel, di mana desing peluru dan ledakan bom demikian akrab mewarnai hari-hari penghuninya.
Selamat membaca!