|
Sinopsis Buku: Sebuah novel dengan konflik sangat mengharukan dan menggetarkan! *** Bu Rohana hidup di kampung bersama dua anaknya, Iwan dan Siti. Suami Bu Rohana bekerja di Jakarta. Selama ini, ia mengandalkan hidup dari kiriman uang suaminya. Tapi setelah sang suami tidak lagi memberinya nafkah, demi bisa mencukupi kebutuhan hidup kedua anaknya, ia bekerja serabutan. Bahkan, saat kondisinya benar-benar sangat memprihatinkan Bu Rohana nekat mencuri singkong milik tetangganya. Di saat seperti itu, timbul niat untuk mencari sang suami di Jakarta. Setelah melakukan pencarian di sana, ternyata suaminya telah menikah lagi dan mempunyai anak. Hati Bu Rohana hancur. Merasa tak sanggup menanggung hidup, Bu Rohana mengajak kedua anaknya itu untuk bunuh diri dengan cara melompat dari atas Jembatan Cidua. Tapi, takdir berkata lain. Bu Rohana memang benar-benar melompat dari jembatan itu, tetapi Iwan bisa menyelamatkan Siti untuk tidak ikut bunuh diri. Iwan dan Siti pun akhirnya terlunta-lunta hidupnya. Menjadi gembel di kota Bogor. Keperihan tidak berhenti di sini. Iwan dan Siti pun terpisah gara-gara lari menghindari satpam yang mengusir mereka dari sebuah mal. Hidup Iwan semakin tak menentu. Ia tidur di sembarang tempat dan mengais-ngais makanan di tong-tong sampah. Ia pun dianggap tidak waras sebab sering tertawa-tawa sendiri, lalu menangis. Sungguh inilah kisah pilu dua anak manusia dalam balutan kepedihan dan luka. Dan, simaklah ketegaran dan ketulusan seperti apakah yang akan tetap mereka pertahankan? Juga, bagaimanakah nasib mereka kemudian? Benarkah Bu Rohana telah meninggalkan mereka untuk selamanya? Jika kalian tidak mau kehilangan singkong, punyalah sedikit rasa belas kasih kepada anak-anakku. Mereka lapar. Mereka merintih. Mereka mengaduh. Tak ada lagi dari kalian yang sudi menolongku. Kalianlah yang telah membuat aku menjadi pencuri! Cahaya Hidup yang Tak Pernah Redup Resensi Buku:
![]() ![]() ![]() ![]() ![]() oleh: Arga Rusandi Keren. Konfliknya kerasa banget. Tapi sayang alur ceritanya agak sedikit ketebak. However, this book is consider good. ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() oleh: suliyani nih buku, bikin menangis setengah mati ![]() Buku Sejenis Lainnya:
![]() Advertisement |