|
Sinopsis Buku: "Tiga macam golongan yang doanya mustajab dan tidak diragukan lagi kedahsyatannya yakni; doa orangtua kepada anaknya, doa orang musafir (orang yang sedang berpergian), dan doa orang yang dizhalimi." (H. R. Bukhari Muslim). Di balik kesuksesan setiap orang ada satu sosok yang luar biasa. Sosok ini menjadi motivator, pendorong, dan pembakar semangat untuk terus maju dan berjuang. Sosok ini bahkan mengorbankan apa pun yang ia miliki dan rela hidup menderita. Dialah ibu, wanita dahsyat di balik orang-orang termasyhur. Tanpa diminta, ibu selalu mendoakan kebaikan-kebaikan kepada anak-anaknya. Oleh karena itu, Islam sungguh sangat memuliakan sosok ibu. Rasulullah saw bersabda, "Bersimpuhlah kamu di kakinya karena di sanalah surga itu berasal." (H. R. Thabrani). Terkadang doa ibu yang tiasa hentinya mengalir dari mulutnya tidak berbekas dan tidak berpengaruh bagi anak-anaknya. Mengapa? Sudah tak jarang kita selalu memohon kepada ibu untuk mendoakan kita, tetapi hasilnya? Nihil. Padahal begitu berkah doa dan ridha ibu didapat, Allah bukakan seluruh nikmat-Nya kepada hamba-Nya. Jangan salahkan dulu ibu, tetapi koreksi diri kita sendiri dulu. Jawaban-jawaban dari pertanyaan ini adalah fokus bahasan buku ini. Bagaimana kita dapat menarik keberkahan dari doa dan ridha ibu tersebut? Selamat membaca! Semoga keberkahan doa dan ridha ibu mengguyuri langkah hidup Anda. Amin. Resensi Buku:
Buku Sejenis Lainnya:
![]() Advertisement |