|
Sinopsis Buku:
Dartha adik kembarku, seorang anak lelaki yang tak terlalu banyak mengumbar kata, dengan gurat lukisannya, dia mengabadikan waktu. Kami, dua anak remaja dengan sepaket kehidupan wajar. Dan ketika malam semakin lanjut usia, waktu tak mampu memperlambat datangnya bencana kala itu. Layang-layang pada langit kami pun tak lagi ada, Yogyakarta kini hanya sepotong kenangan usang yang pahit untuk dikenang. Namun hidup terus berjalan, dan masih banyak mimpi yang menunggu untuk kami wujudkan, dengan ataupun tanpa Yogyakarta kami yang dulu. Dena. Resensi Buku:
Buku Sejenis Lainnya:
![]() Advertisement |