|
Resensi Buku:
![]() ![]() ![]() ![]() ![]() oleh: ali abdul aziz 14:7 Salah satu dari mereka bertanya, yaitu setelah aku melihat dia tercenung beberapa saat tadi: �Ayah, Ayah!� Maka tanyaku kepadanya: �Apa, Nak?� Dia bertanya: �Tadi itu ayah berkata tentang bagaimana kalau seandainya kami adalah seekor kucing atau bangau. Lalu bagaimana seandainya ayah adalah seekor monyet?� Aku tersenyum dan menjawab: �Kalau seandainya ayah seekor monyet, maka tentu saja anaknya juga seekor monyet.� 14: 8 Dia berkata: �Oh, tidak mungkin, Ayah.� Maka tanyaku kepadanya: �Bagaimana hal itu tidak mungkin?� Dia berkata: �Kalau ayah seekor monyet, maka berarti kami tidak akan pernah ada di dunia.� Tanyaku kepadanya: �Mengapa?� Dia menjawab: �Karena ibu pasti tidak akan mau menikah dengan ayah.� Kami semua tertawa dengan penuh suka cita. �Al-Asbun merupakan deretan kejutan demi kejutan yang segar. Metafornya asyik-asyik dengan kecerdasan tersembunyi. Saya termenung memikir ulang cara pandangnya. Pidi Baiq, Anda telah melindas ujub saya.� --Taufiq Ismail, sastrawan Pidi Baiq adalah penulis bestseller buku serial Drunken. Dilahirkan berupa bayi, tapi langsung dari ibunya. Bekerja di banyak tempat, uangnya di satu tempat saja. Imam Besar The Panasdalam Serikat dan punya kulkas yang baru diservis pada 15 Agustus 2009. Hafal nama tetangga dan kuliah di tempat kuliah. Bikin piagam sendiri sebagai ayah dan suami terbaik di dunia. Suka nasi dan shalat pada waktunya karena diingatkan teman. Bayar zakat dan pergi haji untuk mereka yang mampu. Mata terpejam bila tidur. ![]() Buku Sejenis Lainnya:
![]() Advertisement |