|
Sinopsis Buku: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Ku-perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina." (Q.S. Al-Mu'min [40]: 60) Sering kita mengaduh dan mengeluh tentang keadaan diri kita; tentang ketidakpuasan apa yang terjadi dalam hidup kita; tentang persoalan-persoalan pelik yang membelit dan menggerogoti cita bahagia hidup kita; tentang masalah-masalah yang tidak bersesuaian dengan hati dan kehendak kita; dan masih banyak lagi. Semua ini tidaklah salah apabila hanya ditujukan kepada Allah swt semata. Pada tahap ini,seorang muslim sudah melewati "jalan yang benar", karena semua itu adalah bernilai ibadah di mata Allah swt. Benar. Keluhan, permintaan, protes, resah gelisah, kegalauan jika kita tujukan kepada Allah tidak lain adalah doa. Dan doa juga termasuk ibadah yang paling mulia di sisi Allah. Berarti pula kita selalu merasa membutuhkan Allah, merasa dekat dengan-Nya, dan merasa lemah di hadapan-Nya. Sampai di sini, kadang kita tak habis pikir mengapa segala doa yang kita panjatkan siang malam bagai angin lalu saja. Kadang kala sampai muncul vonis dalam hati kita bahwa Allah begitu acuh, tidak pernah mendengar pinta kita, hingga tidak pernah mengabulkannya. Na'udzubillah min dzalik. Buku ini sengaja menggugah kesadaran hati dan pikiran kita untuk sejenak berinstrospeksi bersama dari segala aspek untuk mencari jawaban dari sebuah pertanyaan: mengapa doa kita tidak terkabul. Sia-siakah doa kita? Buku ini adalah jawabnya. Resensi Buku:
Buku Sejenis Lainnya:
![]() Advertisement |