|
Sinopsis Buku:
Melalui "pengalaman Starbucks" yang diciptakannya, kedai kopi itu memang tampak sibuk melahirkan "manusia-manusia Starbucks", yakni mereka yang menganggap Starbucks sebagai "rumah ketiga" karena kenyamanan ruangannya dan "cara baru" minum kopinya. Akan tetapi, kehidupan di situ ternyata hanya ilusi. Jika dikaitkan dengan wajah Sirenes yang dijadikan logo Starbucks, ilusi tersebut justru menyimbolkan bahwa kehidupan di "rumah ketiga" tersebut bukanlah sekadar keeksotikan pergeseran budaya, melainkan lebih jauh lagi, yakni tentang cara bagaimana mengeksploitasi manusia. Buku ini memang mengungkapkan dampak "pengalaman Starbucks" terhadap kelahiran "manusia-manusia Starbucks" melalui pemaknaan simbolik atas logo Sirenes yang digunakan Starbucks. Ditulis melalui perspektif etnografi kritis, oleh sarjana Antropologi yang kebetulan pernah menjadi barista di Starbucks, membuat buku ini bermanfaat sebagai "kunci perenungan" bagi siapa pun kita yang sudah terlanjur dicap menjadi bagian dari masyarakat konsumsi kota besar.
Eduardo Erlangga Drestanta, dilahirkan di Jakarta, 2 Maret 1989. Sarjana antropologi lulusan Departemen Antropologi FISIP UI (2011) yang akrab disapa Edo ini sudah memantapkan diri sebagai penulis sejak terlibat aktif dalam penelitian sosial-budaya, seperti penelitian tentang strategi perlindungan terhadap orangutan di Gunung Leuser, Aceh (2011), penelitian tentang ketenagakerjaan di Nias (2011), dan Studi Institusi Tingkat Lokal Masyarakat di Jateng (2012) Resensi Buku:
Buku Sejenis Lainnya:
![]() Advertisement |