|
Sinopsis Buku: “Sebuah tulisan dengan bahasa keseharian yang mudah dipahami dan enak dibaca. Tidak menggurui dalam menerapkan ajaran agama pada kehidupan sehari-hari. Kadang kita akan tersenyum geli, kadng tanpa sadar serasa disindir oleh cerita-cerita dalam tulisan ini. “ Dr. Gigih Pridandoko, Pengajar di Universiti Malaysia Pahang, Malaysia “Penuturan yang sarat nilai akan cair, ringan, dan membumi, manakala dilantunkan dengan cengkok budaya asli. Kisah Kiai Sableng Santri Gendeng , oleh Penulis dibawa dari pemikiran epistemologis tak tak terjangkau menuju diferensial ontiq, bak kisah Abunawas. Selamat menikmati perjalan kisah yang akan menyeret kita pada pertanyaan-pertanyaan ruwet mengenai hidup dan kehidupan, tapi tapi dengan santai terjawabkan.” Drs. Tatok Djoko Sudiarto, MIB, Ph.D (c) Pengajar di Universitas Paramadina , Jakarta, dan Direktur Pascasarjana Ekonomi Syariah Universitas Azzahra. “Sentilan-sentilan dalam buku ini menyadarkan kepekaan kita akan permasalahan yang lazim terjadi, dan bagaimana memahaminya. Cerita yang disajikan mudah dicerna karena bahasanya sederhana, dan masalah yang diangkat ada disekeliling kita. Buku ini mengajarkan bahwa persoalan-persoalan yang cukup serius pun bisa disikapi dengan senyum, atau bahkan tertawa, tanpa harus mengernyitkan dahi. Ya, buku ini benar-benar menghibur tapi sarat makna…” Pipit Wahyu Nugroho, Dosen Politeknik Negeri Malang, sedang menyelesaikan studi S3 di University of Wollongong, Australia Resensi Buku:
Buku Sejenis Lainnya:
![]() Advertisement |