|
Sinopsis Buku:
"Pasti Pak, menurut intel kita, yang satu tinggal di kampung Sangta, satunya lagi di kedalaman sungai. Mereka hidup terpisah" Tuan Hisyam bergidik. Ia tahu banyak sejarah kampung Sangta, nenek moyang mereka menceritakan cerita itu turun temurun. Ia tak pernah takutpada manusia, siapapun akan ia hadapi dengan kekuatan dan hartanya. Tetapi pada satu hal yang tengah dilaporkan oleh orang kepercayaannya ini, ia menyerah. Terserah apa yang dikatakan orang. Ia tidak menampik dan tak peduli jika disebut paranoid, sebab jika dihadapkan dengan makhluk itu, ia merasa dalam ancaman dan bahaya. Ia yakin kelak keturunan makhluk jadi-jadian itu akan menuntut "PERJANJIAN HULU DAN HILIR" yang telah ia langgar. Satu hal yang ia yakini bisa menghabiskankekuatannya.
Sebuah takdir mengantarkan Munita, yang telah hidup terpisah dari kembaran (gampiran)nya selama 18 tahun di kedalaman sungai, muncul kembali ke bumi, merebut kampung asalnya yang porak poranda oleh keserakahan manusia. Resensi Buku:
Buku Sejenis Lainnya:
![]() Advertisement |