|
Sinopsis Buku: “Sekilas dia (Demang Kumolo Jati) baru mengetahui lawannya adalah Wongso Subali alias Aryo Pamedung. Tapi terlambat, di saat kesadaran menyentuhnya, Wongso Subali telah mendahului meloncatinya sambil berteriak nyaring. Tidak ada cara lain bagi Ki Demang, selain harus membenturnya dengan kekuatan aji andalannya. Benturan pun terjadilah. Ki Demang Kumolo Jati terpental hingga terjungkal seraya terseret-seret, lantas memuntahkan darah segar… ” Aryo Pamedung, seorang Senapati Perang Kadipaten Jipang, memutuskan untuk melakukan pengembaraan mencari tuannya, Aryo Penangsang yang tak diketahui rimbanya. Di tengah perjalanan, ia mencapai sebuah desa, bernama Mangir, dan menghajar beberapa begundal untuk menolong seorang gadis. Kejadian ini berbuntut panjang dan menyeretnya masuk ke dalam lembah rencana licik para pemberontak untuk mengadakan kraman (kudeta) terhadap kekuasaan Pajang yang sah. Pertentangan antara kebaikan dan kejahatan mampu diramu secara apik oleh Antonius Darmasto dalam novel ini. Hasrat manusia dalam merebut singgasana kuasa yang menghalalkan segala cara dengan mengorbankan orang lain menjadi lazim dilakukan. Meskipun nilai-nilai kebaikan, nilai-nilai yang kini agak berkurang, serta epos kepahlawanan tak lupa dieksplorasi secara matang dan dewasa. Berlatar belakang sejarah yang cukup kental, Antonius Darmasto berhasil membuat tokoh-tokoh di dalam novelnya menjadi hidup, dengan karakter-karakter yang kuat, disertai penuturan yang apik untuk terus diikuti. Bagaimana akhirnya perjalanan Pamedung? Resensi Buku:
Buku Sejenis Lainnya:
![]() Advertisement |