|
Sinopsis Buku: Masalah keterlambatan bicara pada anak telah menjadi momok bagi orangtua. Hal dikarenakan banyaknya kasus "autisme" dengan keterlambatan bicara, disebut sebagai salah satu gejalanya. Berbagai isu menyebutkan bahwa vaksinasi, keracunan merkuri, alergi makanan terutama terigu yang mengandung gluten, serta susu sebagai penyebab anak mengidap autis; walaupun isu tersebut tidak didasarkan pada bukti ilmiah yang benar. Buku ini merupakan kelanjutan dari buku terkenal: Anakku Terlambat Bicara (Prenada Media, 2007), yang memuat tentang "Anak berbakat dengan disinkronitas perkembangan: memahami dan mangasuhnya, membedakannya dengan autisme, ADHD, dan permasalahn gangguan belajar." Mengingat luar biasa sambutan atas buku ini serta banyaknya permintaan untuk meneruskan berbagi pengalaman. Buku ini hadir ke hadapan pembaca, berkisah tentang bagaimana mendampingi pendidikan anak yang terlambat bicara, namun mempunyai kecerdasan yang luar biasa. Bukan hanya pengalaman pribadi penulis dalam menghadapi dan mendidik anak yang terlambat bicara, melainkan juga berkisah tentang pengalaman pribadi bersama orang yang lain, yang mempunyai masalah yang sama. Banyak pengalaman dan pengetahuan dari berbagai masalah dihadapi penulis setiap hari, Antara keputusasaan, kekhawatiran, dan kegetiran; semua ini tidak menjadikan penulis lari dari permasalahan yang dihadapi anak. tetapi justru lebih giat mengungkap permasalahan yang dihadapi. Suatu kebahagiaan apabila segala upaya yang dilakukan membuahkan hasil positif. Buku ini hadir untuk berbagai pengalaman dengan semua orang, terutama para orangtua dan guru dalam menghadapi, mendampingi, dan mendidik anak yang terlambat bicara. Ada tiga permasalahan utama: 1. Keterlambatan bicara 2. Anak Gifted--anak mengalami keterlambatan bicara 3. Permasalahn dalam menempuh pendidikan yang terlambat bicara. Resensi Buku:
Buku Sejenis Lainnya:
![]() Advertisement |