|
Sinopsis Buku: Kecuali luka bakar di sepanjang punggung, tak ada lagi cedera serius yang dialami Rafli pasca-kebakaran pasar itu. Ketika semua orang sibuk berbenah dan menghadapi invasi pembangunan pasar modern, Rafli dihadapkan pada pada jejak ilafat mimpi dan kemisteriusan Sarah Si Gadis Kecil yang merujuk pada satu nama: Ainun Mala. Tapi sejauh Rafli mencari, sepanjang itu pula gadis itu tak ditemukan. Sementara itu, dalam usaha mengobati Gia yang rohnya terjebak di sebuah kebun kopi pada abad ke-18 , Rafli mengikuti Adang Majnun untuk menikah dengan cucu Seh Jubaedi bin Satoto, penguasa Samudra Atlantik dan khadam Nabi Khidir. Perjalanan keliling dunia dan kunjungan ke negeri bawah tanah menjadi daya tawar. Dalam hari-hari ketika Rois Marmut menyisir Sungai Cisokan yang malah membawanya pada sejarah lekuk-sungai (meander) dalam membangun peradaban manusia, Rafli mengunjungi Jihan di Malaysia, menziarahi Sarah di Yogjakarta, dan sebagainya. Pertarungan antar-khadam di Sungai Cisokan serta catatan panjang yang ditemukan Rini dan diceritakan oleh Gia pada Lukman dan Salman akan menentukan ujung pertemuan Rafli dengan Gia di Situ Gunung, bertahun-tahun kemudian. Resensi Buku:
Buku Sejenis Lainnya:
![]() Advertisement |