
|
Wayan Sunarta
Akrab di sapa Jengki, lahir di Denpasar, 22 Juni 1975. Menyelesaikan studi Antropologi di Fakultas Sastra Universitas Udayana, tahun 2000. Sempat mencicipi kuliah seni rupa di ISI Denpasar (2002-2003).Selain cerpen, mantan anggota Sanggar Minum Kopi Bali ini, juga menulis puisi, feature, esai, artikel, ulasan/kritik seni rupa. Tahun 2001 sebuah cerpennya masuk "Sepuluh Cerpen Terbaik" lomba penulisan cerpen nasional Harian Bali Post, dibukukan dalam Obituari Bagi Yang Tak Mati(Pustaka Bali Post,2002). Tahun 2003, cerpennya masuk nominasi "Krakatau Award" lomba penulisan cerpen nasional Dewan Kesenian Lampung Tahun 2004, cerpennya yang berjudul Cakra Punarbhawa masuk "Cerpen Pilihan Kompas 2004", dihimpun dalam Sepi pun Menari di Tepi Hari (Buku Kompas, 2004); dan meraih penghargaan "Cerpen Terbaik Kompas versi Sastrawan Yogyakarta."
|
Beberapa buku yang pernah ditulis oleh Wayan Sunarta:

| Sebuah Kumpulan Cerpen oleh Wayan Sunarta Sejumlah cerpen dalam kumcer ini hendak menyingkap yang terpuji dalam yang tercela, yang terhormat dalam yang nista, yang luhur dalam yang tak jujur. [selengkapnya]
| 
| oleh Wayan Sunarta Kadang hidup dipercaya tak pernah benar-benar berakhir dengan kematian. Ia berputar seperti roda dengan karmanya yang tak bisa ditolak oleh manusia. Kadang seorang manusia terlahir menjadi anak nelayan, menitis menjadi penjudi, lalu menjelma seorang gigolo. Kadang berayah seorang nelayan, kadang ... [selengkapnya]
|
|
|
|