Cari berdasarkan:



Mahkamah Konstitusi
 








Mahkamah Konstitusi   
Memahami Keberadaan dalam Sistem Ketatanegaraan RI
oleh: Ikhsan Rosyada Parluhutan Daulay, S.H.
> Politik & Hukum » Sosial & Politik

List Price :   Rp 50.000
Your Price :    Rp 42.500 (15% OFF)
 
Penerbit :    Rineka Cipta
Edisi :    Soft Cover
ISBN :    9795189514
ISBN-13 :    9789795189510
Tgl Penerbitan :    0000-00-00
Bahasa :    Indonesia
 
Halaman :    0
Ukuran :    0x0x0 mm
Berat :    272 gram
Sinopsis Buku:
Kehadiran Mahkamah Konstitusi dalam struktur kelembagaan Negara Republik Indonesia tetah mengubah sistem kekuasaan di negeri ini.

Keberadaan Mahkamah Konstitusi yang memifiki kewenangan untuk menguji undang-undang, memutuskan sengketa atas kewenangan tembaga negara, memutuskan pembubaran partai pofitik, dan memutuskan persefisihan hasil pemifihan umum, di samping untuk memeriksa, mengadili, dan memutuskan pendapat Dewan Perwakilan Rakyat mengenai dugaan peianggaran oleh presiden/wakil presiden membawa perubahan yang cukup signtfikan dalam sistem ketatanegaraan Republik Indonesia.

Esensi keberadaan Mahkamah Konstitusi adalah untuk menerapkan prinsip keabsahan prosedural dan keabsahan substansial sebagai mekanisme konkret penyelesaian permasalahan hukum ketatanegaraan guna mendorong perwujudan konstitusionalisme Negara Hukum Republik Indonesia.

Sebuah buku untuk mahasiswa FISIP khususnya dan masyarakat luas pada umumnya.




Resensi Buku:



Buku Sejenis Lainnya:
Globalisasi Dan Masa Depan Kekayaan Alam Indonesia
oleh Wahyuni Refi
Rp 45.000
Rp 38.250
  [selengkapnya]
Suatu Telaah Ekonomi Politik
oleh Widigdo Sukarman
Rp 50.000
Rp 42.500

Buku Liberalisasi Perbankan Indonesia ini merupakan telaah ekonomi-politik terhadap kebijakan Paket Juni (Pakjun) 1983 dan Paket Oktober ...  [selengkapnya]

oleh Kompasiana
Rp 54.800
Rp 46.580

Hadirnya Jokowi telah menyumbang nuansa baru di dunia politik Indonesia, terlebih ketika dia mencalonkan diri sebagai capres. Begitu pula sosok ...  [selengkapnya]

oleh Nasihin Masha
Rp 63.000
Rp 53.550
Kita harus kembali kepada jati diri sebagai Bangsa Pemenang. Tak ada kata kalah dalam kamus Bangsa Indonesia.

 “Seorang ...  [selengkapnya]


Lihat semua buku sejenis »




Advertisement