|
Sinopsis Buku:
Buku ini mengulas dan melaporkan secara kasat mata kerugian, penderitaan, pemiskinan dan perusakan sumber-sumber hidup - lahan pertanian, air, hutan dan laut - dari masyarakat penduduk miskin di negera-negara berkembang di Asia, Afrika dan Amerika Latin oleh globalisasi ekonomi neoliberal saat ini yang dieksekusi oleh perusahaan-perusahaan internasional. Setelah selesai membaca buku ini dalam versi bahasa aslinya pada awal tahun 2012, saya merasa tergerak untuk membantu John Madeley meneruskan informasi dan pesan-pesan yang disampaikannya dalam buku ini bagi sekitar 240 juta penduduk Indonesia dengan menerjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia. Apa yang diteliti, ditulis, dilaporkan dan dipesan oleh John Madeley dalam buku ini juga amat relevan bagi Indonesia. Pelbagai konflik di Indonesia selama ini, seperti peristiwa Poso, Sampit, Maluku, Papua dan Revolusi 1998 yang menelan ribuan jiwa manusia dan yang memaksa Suharto meletakkan kekuasaannya, korupsi dan ketidakstabilan politik dan ekonomi Indonesia hingga pada masa otonomi daerah ini sesungguhnya tidak bisa dilihat terlepas dari ketidakadilan globalisasi ekonomi neoliberal saat ini. Ekonomi neoliberal, kata Madeley dalam buku ini, mengancam untuk menghancurkan segala-galanya: lingkungan (environment), peradaban manusia (human civilization), martabat manusia (human dignity), kebudayaan (human cultures), pemerintahan kerakyatan (democracy), dan kedaulatan negara (state sovereignty). Akarnya adalah ketamakan segelintir orang (greed of the few). Korbannya adalah mayoritas masyarakat miskin di Amerika Latin, Afrika dan Asia termasuk sekitar 240 juta rakyat Indonesia dari Sabang sampai Marauke. Pemain utamanya adalah negara-negara maju industri. Instrumen yang mereka gunakan adalah lembaga-lembaga keuangan internasional (Bank Dunia dan IMF) dan WTO. Caranya adalah membuka pasar bebas (free market) dan perdagangan bebas (freetrade). Pelaksana-pelaksana lapangannya adalah perusahaan-perusahaan transnasional dengan credo kompetisi ekonomi dan pertumbuhan ekonomi yang tak terbatas. Kesejahteraan manusia diukur hanya oleh pertumbuhan ekonomi dan konsumsi. Resensi Buku:
Buku Sejenis Lainnya:
![]() Advertisement |