Cari berdasarkan:



Nasihat untuk SBY
 








Nasihat untuk SBY 
oleh: Adnan Buyung Nasution
> Politik & Hukum » Sosial & Politik

List Price :   Rp 56.000
Your Price :    Rp 47.600 (15% OFF)
 
Penerbit :    Penerbit Buku Kompas
Edisi :    Soft Cover
ISBN :    9797096351
ISBN-13 :    9789797096359
Tgl Penerbitan :    2012-05-00
Bahasa :    Indonesia
 
Halaman :    0
Ukuran :    210x140x0 mm
Berat :    292 gram
Sinopsis Buku:
Dengan menulis buku ini Adnan Buyung Nasution sebenarnya telah melanggar aturan. Salah satu pasal Undang-Undang tentang Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) menyebutkan: ”Dalam menjalankan tugas dan fungsinya, anggota Wantimpres tidak dibenarkan memberikan keterangan, pernyataan, dan/atau menyebarluaskan isi nasihat dan pertimbangan kepada pihak mana pun”.

Buyung justru membeberkan pengalaman dan suka-duka selama menjadi anggota Wantimpres angkatan pertama (2007-2009). Blakblakan ia ungkap kenyataan pahit bahwa banyak nasihat dan pertimbangannya yang tidak didengar. Juga soal Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang memang jarang meminta nasihat dan pertimbangan.

Buyung juga bicara soal tidak adanya komunikasi yang rutin dengan Presiden. Pun tidak tersedia jalur yang efektif dan praktis untuk bertemu Presiden. Selama satu setengah tahun menjadi anggota Wantimpres, hanya tiga kali ia bisa berkomunikasi langsung dengan Presiden. Selebihnya, ”bergerilya”.




Resensi Buku:



Buku Sejenis Lainnya:
Globalisasi Dan Masa Depan Kekayaan Alam Indonesia
oleh Wahyuni Refi
Rp 45.000
Rp 38.250
  [selengkapnya]
Suatu Telaah Ekonomi Politik
oleh Widigdo Sukarman
Rp 50.000
Rp 42.500

Buku Liberalisasi Perbankan Indonesia ini merupakan telaah ekonomi-politik terhadap kebijakan Paket Juni (Pakjun) 1983 dan Paket Oktober ...  [selengkapnya]

oleh Kompasiana
Rp 54.800
Rp 46.580

Hadirnya Jokowi telah menyumbang nuansa baru di dunia politik Indonesia, terlebih ketika dia mencalonkan diri sebagai capres. Begitu pula sosok ...  [selengkapnya]

oleh Nasihin Masha
Rp 63.000
Rp 53.550
Kita harus kembali kepada jati diri sebagai Bangsa Pemenang. Tak ada kata kalah dalam kamus Bangsa Indonesia.

 “Seorang ...  [selengkapnya]


Lihat semua buku sejenis »




Advertisement